Waktu berusia 6 minggu, hanya kantongnya saja yang terlihat.
Waktu berusia 8 minggu, bentuknya terlihat lucu seperti Barney ^^
Waktu berusia 11 minggu 5 hari, bentuknya sudah seperti bayi, hanya saja ukurannya masih amat mungil. Saat dokter kandungan menekan perut ibunya, Si Dedek merasa daerah kekuasaannya terganggu. Sontak ia bergerak heboh, mengacungkan tangan dan kakinya, ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah, ke segala arah pokoknya ^^
Untung ada USG. Kalau tidak, saya sendiri tidak akan percaya, janin berusia 11 minggu bisa bergerak seheboh itu ^^
Dari hari ke hari, ia terus bertumbuh…
Waktu berusia tepat 40 minggu, Si Dedek merasa sudah waktunya keluar!
Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, serta dokter, bidan, dan suster yang hebat, dukungan keluarga, ketekunan saya senam hamil setiap minggu sejak kandungan berusia 30 minggu, ditambah dengan suntikan ILA (biar tidak sakit saat melahirkan), Marcus Julian Kajo dilahirkan ke dunia ini, pada tanggal 3 Agustus 2011, sekitar pukul 19.47 WIB. Berat badannya 3,47 kg, panjangnya 51 cm.
Sejak saat itulah saya mendapat seorang ‘bos’ baru ^^
Pada hari pertama, bos saya baiiik sekali. Ia tidur seharian, hanya bangun sebentar-sebentar untuk dimandikan dan belajar menyusu, serta tidak rewel.
Mulai hari kedua, bos saya sudah merasa haus dan lapar. Sayang ASI-nya belum keluar. Akhirnya bos saya hanya sekedar belajar menyusu, tanpa mendapatkan susu itu sendiri. Kalau sudah benar-benar merasa haus dan lapar, bos saya akan memperlihatkan ekspresi wajah sedih dan menangis.
Saya ikut merasa sediiih sekali. Betapa tidak, saya sendiri diberi berbagai macam makanan, sayuran dan minuman yang bergizi, serta merasa kenyang sepanjang waktu. Sedangkan bos saya itu justru kelaparan, dan belum mendapat apa-apa sama sekali. Tetapi tidak apa-apa, karena bayi yang baru dilahirkan masih mempunyai cadangan makanan yang cukup untuk 3 hari.
Waktu dilahirkan, badannya lumayan gemuk. Tapi makin lama terlihat makin kurus. Sungguh tidak tega rasanya…
Setelah dua setengah hari lamanya tinggal di klinik, dan ASI masih belum keluar, saya benar-benar merasa kasihan kepada bos saya. Lantas saya berkonsultasi dengan dokter. Dokter bilang, diberi susu formula dulu tidak apa-apa. ASI rasanya lebih enak kok. Nanti kalau produksi ASI sudah melimpah, Si Dedek pasti dengan mudah beralih ke ASI.
Begitu dibawa pulang ke rumah pada hari ketiga, bos langsung diberi hadiah berupa 30 ml susu formula. Betapa bahagia dan cerah rona wajahnya kala itu!!! ^^
Saya merasa sedih karena tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Tapi tidak apa-apa, meski tanpa embel-embel eksklusif, bos saya harus tetap mendapat ASI. Hei payu****, berproduksilah! ^^
Saya melahap daun katuk, bayam, dan berbagai kacang-kacangan setiap hari, dalam porsi besar. Minum air sari kacang hijau yang sungguh mati saya benci (sambil menutup hidung dan memotivasi diri tentunya), temulawak, susu untuk ibu hamil, vitamin, dan entah apa lagi.
Setelah bos berusia sekitar 5 hari atau seminggu (lupa tepatnya), barulah ASI saya keluar. Fffiiiuuuhhh, lega… ^^
Keluarnya masih sedikit sekali, dan jelas tidak cukup untuk seorang bayi kecil yang sangat gemar minum susu. Tapi sesedikit apa pun tetap harus diberikan, karena dengan demikian, secara otomatis produksinya akan terus bertambah.
Kini produksinya memang sudah jauh bertambah. Tapi kebutuhan bayi kecil ini juga terus bertambah, sehingga susu formula juga tetap diberikan. Hanya saja, kalau dulu 1 kaleng dihabiskan dalam 5 hari, sekarang 1 kaleng bisa cukup untuk 7-8 hari ^^
Saya masih berharap dan berusaha, agar suatu hari nanti produksi ASI bisa mencukupi seluruh kebutuhannya ^^
Bos saya ini menuntut saya untuk bekerja 24/7, yaitu 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Kalau orang lain merasa senang saat hari Jumat sore tiba (wiken, yihaaa!^^), bagi saya mah tidak ada bedanya. Saya tetap harus bekerja. Tanggal merah juga sama.
Selain itu, jam kerjanya amat tidak pasti. Kalau membutuhkan saya pukul 3 pagi misalnya, bos yang satu ini tidak segan-segan membangunkan saya.
Barulah saya merasa, betapa enaknya kerja kantoran itu ya ^^ Jam kerjanya sudah pasti, kalaupun lembur juga sudah pasti, misalnya sampai pukul 22.00 saja, setelah itu bisa pulang dan beristirahat. Sabtu-Minggu libur, ada jatah cuti 12 hari, dan lain sebagainya.
Namun dari semua bos yang pernah menjadi atasan saya, bos inilah yang paling saya sayangi. Bos ini membuat saya merasa amat dibutuhkan, dan mengajarkan begitu banyak hal kepada saya. Nanti ditulis satu-persatu dalam blog ini, tunggu saja ya ^^
Selain itu, bos yang satu ini sangat unik. Kalau bos-bos saya yang dulu membayar saya dengan sejumlah rupiah, bos mungil ini cukup membayar saya dengan senyuman. Herannya, saya kok ya terima-terima saja ya. Tidak pakai protes dulu, gitu.
Tahukah Anda, mengapa? Karena senyumannya manis sekali ^^

Saya (mungkin) jadi orang pertama yang posting komen dan mengucapkan:
1. Selamat… akhirnya yang ditunggu tiba. Dedek lucu… dedeknya si Pemberani Kecil

2. Selamat, waktu tidur anda akan tidak menentu. Tidak cukup tidur akan dihadapi selama 6 bulan bahkan lebih.
3. Selamat, anda tidak akan punya waktu lagi untuk apapun, even bathroom break. Bayi belum mengenal waktu. Saat boss Julian perlu, ente musti di samping dan ada. Seperti yang ditulis diatas, tiba-tiba kita akan bersyukur kerja rodi dengan bos diktator segede dinosaurus selama 12 jam pun jadi
4. Selamat, anda akan merasakan kekhawatiran berlebihan ketika si boss Julian tidak enak badan, tumbuh gigi, demam dll yang menimbulkan kerewelan menjadi-jadi. Si boss tidak ngomong, ente harus bisa nebak apa yang gua mau. Tiba-tiba, kita jadi bersyukur ketika boss di kantor marah karena keinginan tidak dipenuhi.
5. Selamat, tiba-tiba anda akan membuka website seperti http://www.askdrsears.com/ dan sejenisnya. Mendownload video dan membaca website bayi dan balita. Bila sebelumnya facebook dan youtube membuat senang, anda akan bersyukur kalau website seperti ini masih ada di internet
—
Baby doesnt come with manual. I agree! Tapi ada beberapa buku yang jelas menolong saya dan mudah-mudahan mbak.
1. What to Expect: The First Year – Heidi Murkoff
Buku ini menjelaskan bayi dari awal perkembangan sampai bulan 12. Bulan demi bulan. Penyakit, pencegahan, penanggulangan, mitos dan cara perawatan. This is my bible! Tanpa buku ini saya sudah berlangganan dokter, seriously! Apalagi terlalu banyak “Expert” yang berada di dekat kita yang menyarankan a-z dengan “pengalaman” masing-masing.
2. Buku Pintar Merawat Bayi 0-12 bulan – dr. Suririnah
http://www.infoibu.com/
Buku lokal ini sangat bagus. Terutama resep masakannya cocok/pantas dicoba. Juga mitos-mitos yang sering membuat bingung ortu muda dijelaskan di sini, pencegahan, perawatan, penanggulangan masalah bayi di Indonesia. Bisa di cari di toko buku terdekat.
3. The Baby Book: Everything You Need to Know About Your Baby from Birth to Age Two – Martha & William Sears
Kalo buku pertama agak santai dan practical. Di sini penjelasannya betul-betul komplet tapi teknikal terutama bagi referensi penyakit dan penanggulangan.
Hope this helps,
PS. Salam buat dedek Julian, dari Xu Xu (mudah-mudahan bener nulisnya) di Medan
Wah, terima kasih banget atas infonya, memang baru kepikir pengen beli buku yang seperti itu, cuma belum tahu musti beli yang mana ^^
Sekarang, sampai umur 10 minggu Julian belum kena sakit yang gimana-gimana (semoga jangan sampai kena), tapi beberapa kali di hidungnya ada ingus, jadi tersumbat. Untung setelah bersin-bersin, ingusnya bisa keluar sendiri (praise The Lord!) ^^ tapi itu saja sudah bikin khawatir, karena kalo hidungnya tersumbat, tidurnya jadi nggak nyenyak.
Salam manis juga buat Xu Xu dari Julian ^^ Btw, bukankah namanya Valiant ya? Sekarang sudah umur berapa? Boleh dong diposting ceritanya di blog, hehe… ^^
santi..akhirnya nulis juga ya…
congrats yaa..akhirnya terkabul doanya..julian cute banget…..lucuuu….
aku penasaran banget gimana rasanya jadi mama. karena aku ga kebayang apa bener bisa sayang banget sama anak dan mau berkorban apa aja buat anak. sekarang aku ngerasanya masih egois. sekarang aku sering heran ke temen2 yang udah punya bayi dan tiap kali ngobrol jadi ngomongin tentang bayinya…apakah bagi seorang mama…anak adalah segalanya? sampai rela kurang tidur…menyusui padahal awal2 sakit ya katanya…ga kebayang juga sakitnya waktu melahirkan.
aku bener2 “have no idea” gimana rasanya punya anak…
Kris, kita beruntung hidup di zaman sekarang, karena ada suntik ILA, jadi pas ngelahirin gak berasa sakit babar blas ^^
Menyusui itu gak sakit kok, katanya kalo gak disusuin malah payudaranya bisa keras/bengkak, dan itu sakit banget, jadi mendingan menyusui aja.
Mungkin menyusui itu sakit kalo gigi dedeknya sudah tumbuh ya. Tapi kalo baru ada gusi doang gak sakit kok ^^
Aku juga dulu gak kebayang gimana kalo punya anak, rela berkorban buat dia nggak, telaten ngurusnya nggak, dll, tapi dijamin, kalo dah lahir dan dah liat tampangnya, pasti jatuh cintrong, apa aja direlain buat dia, hehe… ^^
I didn’t believe in love in the first sight until my son was born.
Bagaimana kabarmu? Masih bisa tidur nyenyak? ;D