<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Wongmuntilan's Weblog</title>
	<atom:link href="http://wongmuntilan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://wongmuntilan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 06:57:52 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='wongmuntilan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Wongmuntilan's Weblog</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://wongmuntilan.wordpress.com/osd.xml" title="Wongmuntilan&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://wongmuntilan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sun sing suwe</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/21/sun-sing-suwe/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/21/sun-sing-suwe/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Oct 2011 06:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Julian]]></category>
		<category><![CDATA[日记]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1464</guid>
		<description><![CDATA[Konon, total biaya membesarkan seorang anak sejak lahir sampai selesai kuliah S1, memakan biaya sekitar 1 juta dolar, di negeri Pakdhe (atau Paklik) Sam. Biaya tersebut dihabiskan untuk susu, makanan, pakaian, mainan, buku-buku, pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan masih banyak lagi kebutuhan si anak. Jadi, pasangan yang tidak memiliki anak bisa dibilang mendapatkan jackpot senilai 1 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1464&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Konon, total biaya membesarkan seorang anak sejak lahir sampai selesai kuliah S1, memakan biaya sekitar 1 juta dolar, di negeri Pakdhe (atau Paklik) Sam. Biaya tersebut dihabiskan untuk susu, makanan, pakaian, mainan, buku-buku, pendidikan, kesehatan, rekreasi, dan masih banyak lagi kebutuhan si anak.</p>
<p>Jadi, pasangan yang tidak memiliki anak bisa dibilang mendapatkan <em>jackpot</em> senilai 1 juta dolar AS! Sampai-sampai muncul guyonan yang agak sadis mengenainya (lebih baik tidak usah saya tulis di sini ya).</p>
<p>Tidak mengherankan jika di zaman modern ini kian banyak orang yang memutuskan untuk tidak memiliki anak. Tapi menurut saya pribadi, punya anak itu banyak sekali manfaat atau keuntungannya lho.</p>
<p>Salah satunya, kalau punya anak sendiri, kita bebas mencium pipinya sesuka hati. Saya sering sekali merasa gemes melihat bayi atau anak kecil yang lucu-lucu, tapi tidak berani sembarangan mencium pipi. Bisa dimarahi sama orangtuanya nanti!</p>
<p>Sekarang, setelah punya Julian, saya bebas&#8230;!!! ^^ Bebas mencium pipinya, keningnya, rambutnya, tangannya, kakinya, perutnya, keteknya (ketek bayi wangi lho^^), berkali-kali dan berlama-lama, tanpa ada yang memprotes. Mencium bayi itu agak seperti makan cokelat, bisa menimbulkan ketagihan. Makin dicium rasanya makin gemes, maka cium lagi, cium lagi, lagi, lagi, dan lagi&#8230; ^^</p>
<p>Dari awal saya sudah &#8216;memperingatkan&#8217; Julian, &#8220;Kamu kalau lucu begini nanti Mama cium lho. Jadi terserah kamu ya, lucu boleh, nggak lucu juga boleh. Yang pasti kalau lucu, &#8216;hukumannya&#8217; adalah cium.&#8221;</p>
<p>Lantas, apa yang terjadi? Tentu saja Julian tetap lucu, malahan menurut pendapat ibunya, makin hari dia makin lucu. Akibatnya Julian sering mendapatkan 3S dari ibunya, Sun Sing Suwe ^^</p>
<p>Kalau sehabis ini saya jarang-jarang menulis di blog, penyebabnya utamanya adalah : hari ini hari terakhir saya di kantor, sesudah ini saya resmi mengundurkan diri, dan bekerja untuk Bos Kecil di rumah. Otomatis, saya akan jarang terhubung ke internet untuk mengakses <em>wordpress</em>.</p>
<p>Penyebab keduanya? Mungkin saya akan terlalu sibuk mencium Si Kecil yang fotonya terpampang di bawah ini, sehingga tidak sempat menulis ^^</p>
<p><a href="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/action1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1466" title="ACTION!" src="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/action1.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1464/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1464/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1464/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1464&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/21/sun-sing-suwe/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/action1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ACTION!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hiburan &#8216;live music&#8217; untuk Eu</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/17/hiburan-live-music-untuk-eu/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/17/hiburan-live-music-untuk-eu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2011 10:17:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Julian]]></category>
		<category><![CDATA[日记]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1451</guid>
		<description><![CDATA[Tadinya saya mengira, kehadiran Julian akan menjadi sumber inspirasi untuk menulis. Banyak sekali yang bisa diceritakan tentang bos saya yang satu ini. Tapi apa daya, energi terkuras untuk bekerja pada Si Bos. Pernah, saya meminjam paksa laptop bapaknya, dan langsung membuka wordpress. Tapi setelah 15 menit bengang-bengong di hadapan tulisan &#8216;add new post&#8217; tanpa mengetik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1451&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tadinya saya mengira, kehadiran Julian akan menjadi sumber inspirasi untuk menulis. Banyak sekali yang bisa diceritakan tentang bos saya yang satu ini. Tapi apa daya, energi terkuras untuk bekerja pada Si Bos. Pernah, saya meminjam paksa laptop bapaknya, dan langsung membuka <em>wordpress</em>. Tapi setelah 15 menit bengang-bengong di hadapan tulisan <em>&#8216;add new post&#8217;</em> tanpa mengetik sepatah kata pun, akhirnya saya menyerah.</p>
<p>Mungkin jiwa menulis saya agak tumpul sementara ini. Untunglah jiwa bermusik dan bernyanyi saya masih terus menyala-nyala seperti biasa. Yang berbeda hanya jenis lagu dan cara menyanyikannya.</p>
<p>Saat berusia sekitar satu setengah bulan, Julian sudah mulai mengoceh. &#8220;Eu, euuu&#8221; demikian ucapnya sambil tersenyum-senyum. Kalau sedang gembira dan bersemangat, ocehan itu disertai dengan gerakan tangan serta tendangan heboh ^^Karena itu, ia mendapat nama kesayangan baru, yaitu Si &#8216;Eu&#8217; ^^</p>
<p>Tapi itu kalau Eu sedang gembira dan penuh semangat. Ada juga masa-masa di mana bos saya ini bete dan rewel, sehingga perlu dihibur. Di sini baru terasa, betapa pentingnya ketrampilan bermusik dan bernyanyi. Kebetulan Eu menyukai suara ibunya (ya iyalah, disogok pake ASI gitu loh^^) dan juga bapaknya ^^</p>
<p>Inilah sejumlah hiburan <em>&#8216;live music&#8217;</em> yang biasa kami tampilkan di rumah, untuk menghibur Eu.</p>
<p>Eu sangat menyukai lagu <em>&#8216;The Chicken Dance&#8217;</em>. Bagi yang hobi menonton film-film lawas Warkop Dono-Kasino-Indro, pasti tahu lagu ini ^^</p>
<p>Pernah, suatu siang dia menangis heboh sekali. Setelah saya gendong sambil berayun-ayun dan ber-na-na-na menyenandungkan <em>&#8216;The Chicken Dance&#8217;</em>, Eu langsung diam dan tersenyum-senyum. Di lain kesempatan, Eu yang sedang rewel langsung terdiam setelah ibunya menyanyikan lagu itu, dan bapaknya memperagakan gerakan tarinya ^^</p>
<p>Eu juga sangat menyukai lagu &#8216;Naik Delman&#8217;, terutama pada bagian &#8216;duk-tik-dak-tik-duk-tik-dak suara sepatu kuda&#8217;. Lagu ini sebaiknya dinyanyikan oleh dua orang. Satu orang menyanyikan lirik utama, dan yang satunya lagi menyuarakan <em>sound effect</em> untuk menggambarkan derap langkah kaki kuda ^^</p>
<p>Bagaimana dengan lagu pengantar tidur? Gampang sekali. Kalau ingat lirik lagunya boleh dinyanyikan. Tapi kalau tidak tahu (atau memang tidak ada) liriknya, cukup disenandungkan dengan mm-mm-mm. Jadi, sepanjang kita tahu melodinya, koleksi lagu pengantar tidur Eu bisa dibilang tidak terbatas ^^</p>
<p>Eu suka lagu &#8216;Rayuan Pulau Kelapa&#8217; dan &#8216;Tanah Airku&#8217; (untung ibunya juga suka, dan karena itu hafal liriknya^^), <em>Rock-a-bye Baby, </em>Gundul-Gundul Pacul,<em> Lullabye</em>, Ambilkan Bulan Bu, Bintang Kecil, Kodok Ngorek,<em> The Beautiful Blue Danube, </em>Bebek Adus Kali,<em> Amazing Grace</em>, Desaku Yang Kucinta, <em>Edelweiss</em>, dan masih banyaaaaak lagi ^^</p>
<p>Saat Eu agak sulit tidur di malam hari, atau tidur dengan gelisah hingga terbangun lagi, ibunya akan menyajikan hiburan<em> &#8216;live music&#8217;</em> pengantar tidur. Rasanya bahagiaaaaa dan hangaaaaat sekali di hati, kalau Eu tertidur lelap dalam gendongan saya, saat sedang dinyanyikan lagu pengantar tidur. Rupanya tidak sia-sia Eu punya ibu yang hobi menyanyi ^^</p>
<p>Sebagai imbalannya, saya diberi ekspresi wajah seperti di bawah ini ^^</p>
<p><a href="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/merdeka-atau-tidur-zzz.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1454" title="MERDEKA ATAU... TIDUR... ZZZ..." src="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/merdeka-atau-tidur-zzz.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1451/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1451/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1451/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1451&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/17/hiburan-live-music-untuk-eu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/merdeka-atau-tidur-zzz.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">MERDEKA ATAU... TIDUR... ZZZ...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Julian</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/12/julian/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/12/julian/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 09:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Julian]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[日记]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1438</guid>
		<description><![CDATA[Waktu berusia 6 minggu, hanya kantongnya saja yang terlihat. Waktu berusia 8 minggu, bentuknya terlihat lucu seperti Barney ^^ Waktu berusia 11 minggu 5 hari, bentuknya sudah seperti bayi, hanya saja ukurannya masih amat mungil. Saat dokter kandungan menekan perut ibunya, Si Dedek merasa daerah kekuasaannya terganggu. Sontak ia bergerak heboh, mengacungkan tangan dan kakinya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1438&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu berusia 6 minggu, hanya kantongnya saja yang terlihat.</p>
<p>Waktu berusia 8 minggu, bentuknya terlihat lucu seperti Barney ^^</p>
<p>Waktu berusia 11 minggu 5 hari, bentuknya sudah seperti bayi, hanya saja ukurannya masih amat mungil. Saat dokter kandungan menekan perut ibunya, Si Dedek merasa daerah kekuasaannya terganggu. Sontak ia bergerak heboh, mengacungkan tangan dan kakinya, ke kiri dan ke kanan, ke atas dan ke bawah, ke segala arah pokoknya ^^</p>
<p>Untung ada USG. Kalau tidak, saya sendiri tidak akan percaya, janin berusia 11 minggu bisa bergerak seheboh itu ^^</p>
<p>Dari hari ke hari, ia terus bertumbuh&#8230;</p>
<p>Waktu berusia tepat 40 minggu, Si Dedek merasa sudah waktunya keluar!</p>
<p>Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, serta dokter, bidan, dan suster yang hebat, dukungan keluarga, ketekunan saya senam hamil setiap minggu sejak kandungan berusia 30 minggu, ditambah dengan suntikan ILA (biar tidak sakit saat melahirkan), Marcus Julian Kajo dilahirkan ke dunia ini, pada tanggal 3 Agustus 2011, sekitar pukul 19.47 WIB. Berat badannya 3,47 kg, panjangnya 51 cm.</p>
<p>Sejak saat itulah saya mendapat seorang &#8216;bos&#8217; baru ^^</p>
<p>Pada hari pertama, bos saya baiiik sekali. Ia tidur seharian, hanya bangun sebentar-sebentar untuk dimandikan dan belajar menyusu, serta tidak rewel.</p>
<p>Mulai hari kedua, bos saya sudah merasa haus dan lapar. Sayang ASI-nya belum keluar. Akhirnya bos saya hanya sekedar belajar menyusu, tanpa mendapatkan susu itu sendiri. Kalau sudah benar-benar merasa haus dan lapar, bos saya akan memperlihatkan ekspresi wajah sedih dan menangis.</p>
<p>Saya ikut merasa sediiih sekali. Betapa tidak, saya sendiri diberi berbagai macam makanan, sayuran dan minuman yang bergizi, serta merasa kenyang sepanjang waktu. Sedangkan bos saya itu justru kelaparan, dan belum mendapat apa-apa sama sekali. Tetapi tidak apa-apa, karena bayi yang baru dilahirkan masih mempunyai cadangan makanan yang cukup untuk 3 hari.</p>
<p>Waktu dilahirkan, badannya lumayan gemuk. Tapi makin lama terlihat makin kurus. Sungguh tidak tega rasanya&#8230;</p>
<p>Setelah dua setengah hari lamanya tinggal di klinik, dan ASI masih belum keluar, saya benar-benar merasa kasihan kepada bos saya. Lantas saya berkonsultasi dengan dokter. Dokter bilang, diberi susu formula dulu tidak apa-apa. ASI rasanya lebih enak kok. Nanti kalau produksi ASI sudah melimpah, Si Dedek pasti dengan mudah beralih ke ASI.</p>
<p>Begitu dibawa pulang ke rumah pada hari ketiga, bos langsung diberi hadiah berupa 30 ml susu formula. Betapa bahagia dan cerah rona wajahnya kala itu!!! ^^</p>
<p>Saya merasa sedih karena tidak bisa memberikan ASI eksklusif. Tapi tidak apa-apa, meski tanpa embel-embel eksklusif, bos saya harus tetap mendapat ASI. Hei payu****, berproduksilah! ^^</p>
<p>Saya melahap daun katuk, bayam, dan berbagai kacang-kacangan setiap hari, dalam porsi besar. Minum air sari kacang hijau yang sungguh mati saya benci (sambil menutup hidung dan memotivasi diri tentunya), temulawak, susu untuk ibu hamil, vitamin, dan entah apa lagi.</p>
<p>Setelah bos berusia sekitar 5 hari atau seminggu (lupa tepatnya), barulah ASI saya keluar. Fffiiiuuuhhh, lega&#8230; ^^</p>
<p>Keluarnya masih sedikit sekali, dan jelas tidak cukup untuk seorang bayi kecil yang sangat gemar minum susu. Tapi sesedikit apa pun tetap harus diberikan, karena dengan demikian, secara otomatis produksinya akan terus bertambah.</p>
<p>Kini produksinya memang sudah jauh bertambah. Tapi kebutuhan bayi kecil ini juga terus bertambah, sehingga susu formula juga tetap diberikan. Hanya saja, kalau dulu 1 kaleng dihabiskan dalam 5 hari, sekarang 1 kaleng bisa cukup untuk 7-8 hari ^^</p>
<p>Saya masih berharap dan berusaha, agar suatu hari nanti produksi ASI bisa mencukupi seluruh kebutuhannya ^^</p>
<p>Bos saya ini menuntut saya untuk bekerja 24/7, yaitu 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Kalau orang lain merasa senang saat hari Jumat sore tiba (wiken, yihaaa!^^), bagi saya <em>mah</em> tidak ada bedanya. Saya tetap harus bekerja. Tanggal merah juga sama.</p>
<p>Selain itu, jam kerjanya amat tidak pasti. Kalau membutuhkan saya pukul 3 pagi misalnya, bos yang satu ini tidak segan-segan membangunkan saya.</p>
<p>Barulah saya merasa, betapa enaknya kerja kantoran itu ya ^^ Jam kerjanya sudah pasti, kalaupun lembur juga sudah pasti, misalnya sampai pukul 22.00 saja, setelah itu bisa pulang dan beristirahat. Sabtu-Minggu libur, ada jatah cuti 12 hari, dan lain sebagainya.</p>
<p>Namun dari semua bos yang pernah menjadi atasan saya, bos inilah yang paling saya sayangi. Bos ini membuat saya merasa amat dibutuhkan, dan mengajarkan begitu banyak hal kepada saya. Nanti ditulis satu-persatu dalam blog ini, tunggu saja ya ^^</p>
<p>Selain itu, bos yang satu ini sangat unik. Kalau bos-bos saya yang dulu membayar saya dengan sejumlah rupiah, bos mungil ini cukup membayar saya dengan senyuman. Herannya, saya kok ya terima-terima saja ya. Tidak pakai protes dulu, gitu.</p>
<p>Tahukah Anda, mengapa? Karena senyumannya manis sekali ^^</p>
<p><a href="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/julian.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1439" title="JULIAN" src="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/julian.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a></p>
<p><em><br />
</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1438/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1438/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1438/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1438&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/10/12/julian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wongmuntilan.files.wordpress.com/2011/10/julian.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">JULIAN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jujur oh jujur&#8230;</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/06/20/jujur-oh-jujur/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/06/20/jujur-oh-jujur/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 10:08:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kenangan]]></category>
		<category><![CDATA[Prihatin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1419</guid>
		<description><![CDATA[Kisah Ibu Siami dan putranya Alif, yang menjunjung tinggi kejujuran, namun malah diusir dari kampung, sungguh miris. Sekolah semestinya dijadikan tempat untuk mengajarkan dan melatih kejujuran. Ini kok malah sebaliknya. Saya jadi teringat saat hendak masuk SMA dulu. Nggak segawat pengalaman Si Kecil Alif sih, tapi masih ada sangkut-pautnya dengan kejujuran, dan cukup membuat bingung. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1419&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kisah Ibu Siami dan putranya Alif, yang menjunjung tinggi kejujuran, namun malah diusir dari kampung, sungguh miris. Sekolah semestinya dijadikan tempat untuk mengajarkan dan melatih kejujuran. Ini kok malah sebaliknya.</p>
<p>Saya jadi teringat saat hendak masuk SMA dulu. Nggak segawat pengalaman Si Kecil Alif sih, tapi masih ada sangkut-pautnya dengan kejujuran, dan cukup membuat bingung.</p>
<p>Waktu itu, untuk masuk ke SMA saya, calon murid harus menjalani 2 jenis tes. Yang pertama adalah tes mata pelajaran biasa seperti matematika, bahasa Inggris, dan sebagainya. Yang kedua adalah tes wawancara.</p>
<p>Nah, alih-alih mencari tahu seputar kepribadian, watak, dan sebagainya, tes yang kedua ini berfokus pada menyelidiki latar belakang keluarga dan ekonomi si calon murid. Tujuannya untuk menetapkan, seberapa besar uang pangkal yang harus dibayar oleh calon orang tua murid, kalau anaknya diterima masuk ke sekolah ini.</p>
<p>Sudah menjadi rahasia umum (terutama bagi anak-anak dari kota saya yang sudah banyak mendapat masukan dari kakak-kakak senior), bahwa dalam tes wawancara ini, kita bahkan dianjurkan untuk berbohong.</p>
<p>Jangan mengaku kalau di rumah ada sambungan telepon, jangan mengaku kalau punya pesawat TV, pemutar kaset video, kulkas, apalagi mobil. Jangan mengaku kalau orang tua kita punya toko atau tempat usaha lain (yang kemungkinan akan dipandang bonafid). Mengakulah bahwa keluarga kita semiskin dan sesederhana mungkin, agar uang pangkal ringan, dan uang sekolah selama 3 tahun juga ringan. Begitu nasihat kakak-kakak senior.</p>
<p>Namun apa boleh buat, sejak kecil orang tua sudah mengajarkan kepada saya untuk jujur. Apalagi saat itu sudah tahun 1993. Negeri kita sedang sedang maju-majunya. Mana ada orang yang percaya kalau dibilang di rumah kita tidak ada pesawat TV?</p>
<p>Selain itu, orang tua juga tidak menginstruksikan saya untuk berbohong. Mereka hanya berpesan, hati-hati kalau menjawab, jangan sampai terlihat seperti anak orang kaya. Jadi saya pikir, jawab apa adanya saja. Toh saya memang bukan anak orang kaya kok. Mestinya sih, tidak akan dibebani uang pangkal dan uang sekolah berlebihan.</p>
<p>Namun di luar dugaan, uang pangkal yang harus dibayar oleh orang tua saya ternyata cukup besar. Lebih besar dari uang pangkal seorang teman saya, yang bapaknya bisa disebut juragan bapak saya (kalo dilihat dari skala usaha yang dijalankan). Uang pangkal ini tidak bisa ditawar-tawar lagi, karena ditentukan berdasarkan hasil tes wawancara.</p>
<p>Merasa penasaran, orang tua saya lantas menghubungi seorang bapak guru senior, sebut saja Bapak C. Bapak C ini dulunya adalah guru SMA bapak saya (sampai sekarang masih berhubungan baik dan cukup akrab). Saat itu, Bapak C sudah punya jabatan tinggi di beberapa sekolah dan universitas di kota Y. Termasuk SMA saya. Karenanya, beliau punya wewenang untuk melihat hasil tes wawancara di SMA saya.</p>
<p>Setelah melihat hasil tes wawancara, dan membandingkan hasil tes saya dengan teman saya (yang bapaknya adalah juragan bapak saya), Bapak C lantas menghubungi orang tua saya.</p>
<p>&#8220;Pantes uang pangkalnya tinggi. <em>Anakmu kuwi bodho</em>&#8221; (Anakmu itu bodoh)</p>
<p>&#8220;Anakmu mengaku orang tuanya punya toko sepatu dengan 2 karyawan. Ibunya punya usaha sampingan membuat makanan kecil, dengan dibantu oleh tenaga beberapa orang pembantu rumah tangga. Karena itu orang tuanya dinilai mampu untuk membayar uang pangkal sebesar ini.&#8221;</p>
<p>Lantas, bagaimanakah kira-kira jawaban teman saya (yang bapaknya bisa dibilang juragannya bapak saya itu)?</p>
<p>&#8220;Nah, kalo temennya ini pinter. Dia mengaku orang tuanya punya toko kelontong kecil, dengan 1 karyawan, tidak punya pembantu rumah tangga, dan tidak punya usaha sampingan. Karena itu, uang pangkalnya lebih ringan.&#8221;</p>
<p>Waktu itu saya tidak terlalu peduli akan perbedaan uang pangkal yang harus dibayar oleh saya maupun teman saya. Saya tidak merasa iri. <em>Wong</em> bedanya juga nggak fantastis-fantastis amat kok. Lagipula dia adalah teman baik yang sangat saya sayangi.</p>
<p>Apalagi SMA ini cukup ketat menyeleksi calon murid. Ada beberapa teman dari SMP saya yang tidak diterima, meski bersedia membayar. Jadi, diterima saja saya sudah sangat bersyukur. Selain itu, toh orang tua saya juga masih sanggup dan bersedia membayar. Jadi tidak ada masalah.</p>
<p>Tapi saya sedih&#8230; karena dibilang bodoh. Apakah berkata jujur sama dengan bodoh&#8230;???</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1419/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1419/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1419/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1419&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/06/20/jujur-oh-jujur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasib seperti bintang idola&#8230;???</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/05/27/nasib-seperti-bintang-idola/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/05/27/nasib-seperti-bintang-idola/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 May 2011 05:05:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bingung]]></category>
		<category><![CDATA[日记]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1411</guid>
		<description><![CDATA[Sejak duduk di bangku SMP, saya sudah mengidolakan seorang penyanyi dan bintang film berinisial JL, yang berasal dari Taiwan. Saya berpendapat bahwa JL adalah cowok terganteng sedunia. Sayangnya, pendapat ini langsung disanggah dan dibantah habis-habisan oleh teman-teman saya! Karenanya saya lantas menggantinya dengan &#8216;cowok terganteng se-Asia&#8217;. Sebetulnya ini pun masih dibantah, tapi saya memutuskan untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1411&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak duduk di bangku SMP, saya sudah mengidolakan seorang penyanyi dan bintang film berinisial JL, yang berasal dari Taiwan. Saya berpendapat bahwa JL adalah cowok terganteng sedunia. Sayangnya, pendapat ini langsung disanggah dan dibantah habis-habisan oleh teman-teman saya! Karenanya saya lantas menggantinya dengan &#8216;cowok terganteng se-Asia&#8217;. Sebetulnya ini pun masih dibantah, tapi saya memutuskan untuk tetap <em>keukeuh</em>.</p>
<p>Namun belakangan ini, saya merasa bahwa saya telah salah memilih bintang idola. Memang betul, si JL ini guantengnya amit-amit, bahkan di usia 37 tahun saat ini. Namun prestasinya begitu-begitu saja, tidak berkembang. Berbeda dengan rekan-rekan seangkatan JL, di mana beberapa ada yang sudah sukses, dan merambah dunia musik serta film internasional.</p>
<p>Salah satunya, sebut saja si TK. Pada tahun 90-an, TK dan JL sama-sama masih remaja, dan main dalam film-film konsumsi remaja (yang aktingnya banyak haha-hihi, serta mengedepankan kegantengan fisik).</p>
<p>Namun prestasi TK terus melejit. Ia berperan dalam beberapa film yang juga diperlombakan di Cannes. Sejumlah penghargaan diraih. Aktingnya kian mantap. TK juga mendapat peran utama dalam film bagus macam The Red Cliff, misalnya. Dalam bidang menyanyi pun, suara si TK juga makin bagus, makin matang.</p>
<p>Bagaimana dengan JL? Beberapa tahun lalu saya menonton film silat seri terbaru yang dibintangi oleh JL. Aktingnya masih begitu-begitu aja, perannya masih tipe-tipe yang haha-hihi, dan mengedepankan kegantengan fisik. Jalan cerita filmnya pun cukup membosankan dan mudah ditebak.</p>
<p>Saya juga sempat membeli CD terbaru JL (nitip sama teman yang saat itu tinggal di Taiwan). Tipe lagu-lagu, serta kualitas suaranya, masih saja seperti yang dulu. Tidak ada perkembangan yang berarti. Ohya, JL sempat menekuni bidang balap mobil dan meraih sejumlah prestasi. Tapi kini tidak ada kelanjutannya lagi.</p>
<p>Dalam hati, saya merasa kecewa. Salahkah saya dalam memilih bintang idola? Kenapa dulu saya tidak mengidolakan si TK saja ya?</p>
<p>Muncul pula satu pemikiran <em>horror</em> yang membuat bulu kuduk saya berdiri. Bagaimana kalau saya senasib dengan JL? Mandeg, tidak berkembang, dan hanya begitu-begitu saja, dalam profesi yang saya tekuni.</p>
<p>Saya pernah berprofesi menjadi guru. Namun pada satu titik, saya merasa tidak bisa berkembang dalam bidang pendidikan, dan lantas melirik bidang lain. Pilihan saya jatuh pada media, yaitu televisi. Namun akhir-akhir ini, perasaan yang sama mulai mengusik. Saya tidak berkembang di bidang ini.</p>
<p>Saya pernah menekuni studi bahasa Mandarin selama 3 tahun. Namun sekarang bisa dibilang  sudah lupa semuanya.</p>
<p>Saya pernah menekuni vokal klasik selama 4 tahun. Namun kini terpaksa berhenti dulu (wah, kalau yang ini, jangan sampai hilang!!! Harus terus berlatih dan menyanyi sesering mungkin!!! Kalau ada yang butuh solis untuk Ave Maria Bach-Schubert-Caccini di gereja misalnya, atau lagu-lagu sejenis, hubungi saya ya, <em>free of charge</em>^^)</p>
<p>Dalam waktu dekat ini, diharapkan saya akan menjadi seorang ibu, profesi yang sama sekali baru. Saya hanya bisa <em>ora et labora</em>, agar dalam bidang yang satu ini saya bisa berhasil. Tidak ada kata &#8216;mandeg&#8217;, tidak ada kata &#8216;tak berprestasi&#8217; ^^</p>
<p>Harus berhasil!!! <em>Viva mothers</em>&#8230;!!! ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1411/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1411/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1411/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1411&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/05/27/nasib-seperti-bintang-idola/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dedekius</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/05/11/dedekius/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/05/11/dedekius/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 07:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[日记]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1402</guid>
		<description><![CDATA[Pagi-pagi, sudah ada yang berlatih Wing Chun di rumah kami. Ya, siapa lagi kalau bukan Dedekius. Sebetulnya, kami tidak pernah yakin benar apakah Dedekius sedang berlatih Wing Chun, atau melatih jurus &#8216;Tendangan Tanpa Bayangan&#8217;. Bisa jadi ia sedang berlatih &#8216;Pukulan Tanpa Bayangan&#8217;, &#8216;Pukulan Topan Badai&#8217;, &#8216;Kiu Yang Sin Kang&#8217;, atau jurus-jurus lain. Kami tidak tahu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1402&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pagi-pagi, sudah ada yang berlatih Wing Chun di rumah kami. Ya, siapa lagi kalau bukan Dedekius. Sebetulnya, kami tidak pernah yakin benar apakah Dedekius sedang berlatih Wing Chun, atau melatih jurus &#8216;Tendangan Tanpa Bayangan&#8217;. Bisa jadi ia sedang berlatih &#8216;Pukulan Tanpa Bayangan&#8217;, &#8216;Pukulan Topan Badai&#8217;, &#8216;Kiu Yang Sin Kang&#8217;, atau jurus-jurus lain. Kami tidak tahu pasti. <em>Wong</em> latihannya di dalam perut, jadi tidak kelihatan, dan cuma bisa dirasakan.</p>
<p>Itu pun karena kebetulan saya penggemar film-film silat dan kungfu. Kalau saya penggemar balet misalnya, saya akan berpendapat bahwa Dedekius sedang melatih gerakan &#8216;<em>Arabesque</em>&#8216; atau &#8216;<em>Brisé volé</em>&#8216;. Bagi penggemar sepak bola, boleh berpendapat Dedekius sedang berlatih menggiring bola, dan seterusnya.</p>
<p>Kadang-kadang, di hari Sabtu atau Minggu Dedekius bisa tenang sekali, hanya sedikit bergerak-gerak. Saya yang sempat khawatir lantas menanyakannya kepada dokter. Kata dokter sambil tersenyum, &#8220;yang ada di dalam sini orang lho, manusia, jadi bisa merasa capek.&#8221;</p>
<p>Hihihi, seperti orang kerja saja ya, hari Senin-Jumat aktif, hari Sabtu berisirahat. Mungkin kalau hari Sabtu, Dedekius sudah capek berlatih kungfu, jadi cukup les piano atau vokal saja ^^</p>
<p>Untunglah saya tidak gaptek-gaptek amat, dan bisa <em>surfing</em> di internet. Berkat internet, saya bisa tahu bahwa sebagian besar ibu mulai merasakan gerakan bayinya pada usia kehamilan 16-20 minggu. Karenanya, saat hamil 16 minggu, saya perhatikan betul kalau ada gerakan dari dalam perut.</p>
<p>Ternyata benar-benar ada!!! Mulanya samar-samar sekali, seperti kalau kita habis minum <em>soft drink</em>, lalu berasa ada yang <em>greyel-greyel</em> di dalam perut. Namun selama hamil saya bisa dibilang tak pernah minum <em>soft drink</em> (cuma pernah beberapa kali minta seteguk kalo adik saya baru minum). Jadi gerakan itu sudah pasti bersumber dari Dedekius!!!</p>
<p>Mula-mula saya menyombong pada Papakius. Dedekius sudah mulai nendang-nendang lho, tapi masih halus banget tendangannya, jadi cuma Mamakius yang bisa<em> ngerasain</em>. Papakius belum bisa, soalnya kalau dipegang dari luar, belum terasa. Kesannya eksklusif banget,<em> bo</em> ^^</p>
<p>Namun rupanya Dedekius tidak mengizinkan Mamakius berlama-lama menyombongkan diri. Suatu hari, saya kembali berkata keras-keras bahwa cuma Mamakius saja yang bisa merasakan tendangan istimewa ini.</p>
<p>Tepat keesokan harinya, saat sedang mengelus-elus perut, tiba-tiba terasa sebuah gerakan kecil. Wow, tendangan Dedekius sudah bisa dirasakan dari luar! Cepat-cepat saya panggil Papakius, dan menyuruhnya memegang perut saya. Seolah hendak memberitahukan keberadaannya, Dedekius kembali menendang! Kali ini Papakius bisa ikut merasakan! Betapa senangnya!!! ^^</p>
<p>Ah, tendangan kecil yang menyejukkan ^^</p>
<p>Bisa jadi itu bukan tendangan, melainkan pukulan, atau <em>sikutan</em>. Tapi tidak apa, kita pakai istilah universal saja, yaitu tendangan. Soalnya, jarang sekali ada yang bilang pukulan atau <em>sikutan</em> bayi.</p>
<p>Sebagai manusia yang fana (halah!), banyak sekali yang saya khawatirkan dalam hidup ini. Bagaimana ya, kalau harga cabe keriting terus naik? Bagaimana kalau timnas kita loyo terus? Kok Komisi Delapan bisa gak punya email resmi? Kenapa ada orang yang suka menanam bom? Bukankah menanam pohon duren lebih menguntungkan? Udah lama nggak ikut koor atau les vokal nih, masih bisa nyanyi nggak ya? Teater Koma masih akan melanjutkan pementasan Sie Jin Kwie 3 tahun depan atau tidak? Bagaimana soal penyelesaian pajak film asing? Dan yang paling penting, <em>Harry Potter 7B</em> main di bioskop-bioskop kita nggak? Juga <em>Pirates of Carribean 4: On Stranger&#8217;s Tides</em>? Itu kan 2 film yang masuk kategori &#8216;wajib tonton&#8217;?</p>
<p>Hanya dibutuhkan satu tendangan kecil untuk menghilangkan kekhawatiran-kekhawatiran di atas. <strong>Tung!</strong> (dulu tendangnya masih ringan-ringan saja). <strong>Dung!</strong> (tendangannya makin kuat).<strong> Jedung!</strong> (wow, tenaga dalamnya sudah banyak kemajuan). <strong>JEBUNG!</strong> (iya deh, nanti dibeliin tiang kayu yang khusus buat latihan Wing Chun ya&#8230; ^^)</p>
<p><em>I have nothing to worry about, now that I have you&#8230;</em> ^^</p>
<p>(ditulis dalam rangka bersyukur, hari ini kehamilan Mamakius genap 28 minggu alias 7 bulan) ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1402/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1402/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1402/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1402&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/05/11/dedekius/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau orang beriman menonton teater ^^</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/04/04/kalau-orang-beriman-menonton-teater/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/04/04/kalau-orang-beriman-menonton-teater/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Apr 2011 07:03:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[日记]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1381</guid>
		<description><![CDATA[Sekelompok biarawati Katolik (berjumlah 4 hingga 6 orang, saya lupa pastinya berapa ^^) diberikan tiket untuk menonton &#8216;Sie Jin Kwie Kena Fitnah&#8217;, produksi ke-122 Teater Koma, yang dipentaskan tanggal 4-26 Maret 2011 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM). &#8220;Bagus lho,&#8221; kata si pemberi tiket yang entah siapa. &#8220;Suster mau nonton?&#8221; Tawaran ini tentu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1381&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekelompok biarawati Katolik (berjumlah 4 hingga 6 orang, saya lupa pastinya berapa ^^) diberikan tiket untuk menonton &#8216;Sie Jin Kwie Kena Fitnah&#8217;, produksi ke-122 Teater Koma, yang dipentaskan tanggal 4-26 Maret 2011 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM).</p>
<p>&#8220;Bagus lho,&#8221; kata si pemberi tiket yang entah siapa. &#8220;Suster mau nonton?&#8221;</p>
<p>Tawaran ini tentu saja disambut baik oleh para biarawati dari Tarekat CB (Carolus Borromeus) tersebut. Jadilah, pada petang hari tanggal 26 Maret, para suster ini berangkat dari tempat bertugas mereka, yaitu RS St. Carolus di Jakarta Pusat, menuju ke TIM. Sarana transportasi yang digunakan pun cukup unik, yaitu menumpang mobil ambulans yang kebetulan hari itu rutenya memang melewati kawasan Cikini!!!</p>
<p>Jangan tanya kepada para suster ini, nantinya mereka akan pulang naik apa. Mereka sendiri juga belum tahu pulangnya bagaimana. Namun justru itulah kelebihan orang beriman. Nonton teater, ya nonton saja.  Tuhan sendirilah yang akan menjaga dan mengantar mereka sampai ke rumah dengan selamat.</p>
<p>Benar saja. Begitu menapakkan kaki di teras GBB, seorang pria muda langsung menyapa seorang suster, dengan heran bercampur gembira. &#8220;Lho, suster&#8230;??? Nonton sama siapa saja? Kok kebetulan bisa barengan? Nanti pulangnya bagaimana? Saya anterin aja ya&#8230;???&#8221; dan seterusnya. Demikianlah, akhirnya para suster dapat menonton teater dengan tenang, karena sudah ada yang menjanjikan akan mengantar mereka pulang.</p>
<p>Rupanya pria muda ini adalah keponakan salah seorang suster. Teater Koma berpentas selama kurang lebih 3 minggu. Tanpa janjian dulu, tante dan keponakan ini menonton pada hari yang sama. Kebetulan yang lumayan juga ya ^^</p>
<p>Tuhan bekerja dengan cara yang misterius, begitu kata orang. Kalau boleh saya tambahkan, Tuhan juga bekerja dengan cara yang sangat hati-hati dan terencana.</p>
<p>Ada seorang penggemar fanatik yang suka mengajak orang-orang pergi menonton pertunjukan Teater Koma. Sebab, menurut seorang pemain teater favoritnya, mengajak orang nonton teater itu adalah tugas mulia, hehe&#8230; ^^</p>
<p>Sekitar bulan Oktober tahun 2010, si penggemar fanatik mendapat orang baru yang potensial untuk diajak menonton. Si orang baru ini tertarik, lantas mengajak suaminya. Suaminya adalah keponakan si suster tadi.</p>
<p>Mengenai tanggal 26 Maret, sebenarnya si penggemar fanatik ingin mengajak rombongannya menonton lebih awal. Kalau bukan <em>weekend</em> tanggal 12-13 Maret, ya tanggal 19-20 Maret. Tapi adik si penggemar fanatik tidak bisa, karena pada dua <em>weekend</em> tersebut dia harus menghadiri<em> outing</em> bersama rekan-rekan kantornya, dan menjadi panitia dalam sebuah retret. Jadi, satu-satunya pilihan, ya Sabtu tanggal 26 Maret.</p>
<p>Setelah semua faktor <em>prithil-prithil</em> di atas digabungkan, hasilnya adalah: para suster mendapatkan tumpangan untuk pulang ke rumah ^^</p>
<p>Begitulah cara Tuhan bekerja. Hebat ya ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1381/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1381/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1381/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1381&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/04/04/kalau-orang-beriman-menonton-teater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelobak-labik&#8230; eh kebolak-balik ^^</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/03/17/kelobak-labik-eh-kebolak-balik/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/03/17/kelobak-labik-eh-kebolak-balik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2011 06:56:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1372</guid>
		<description><![CDATA[Nyinyir, barangkali memang sudah mendarah daging dalam diri saya. Barangkali itu pulalah yang menjadikan saya seorang debater (baca: third speaker) yang lumayan baik beberapa tahun lalu&#8230; eh, sebenarnya sih lebih dari 10 tahun lalu (oh masa-masa indah itu, saat saya masih sangat muda dan begitu berapi-api) ^^ Kembali ke nyinyir, saya baru saja membaca tulisan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1372&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nyinyir, barangkali memang sudah mendarah daging dalam diri saya. Barangkali itu pulalah yang menjadikan saya seorang <em>debater</em> (baca: <em>third speaker</em>) yang lumayan baik beberapa tahun lalu&#8230; eh, sebenarnya sih lebih dari 10 tahun lalu (oh masa-masa indah itu, saat saya masih sangat muda dan begitu berapi-api) ^^</p>
<p>Kembali ke nyinyir, saya baru saja membaca tulisan yang berbunyi &#8216;<em>schedule cleaning fridge</em>&#8216;. Sekilas terlihat keren karena menggunakan bahasa Inggris. Kalau ditulis &#8216;jadwal membersihkan kulkas&#8217;, apa kerennya? Tapi sayang, meskipun terkesan keren dan bernuansa internasional, namun <em>grammar</em> alias tata bahasanya salah kaprah.</p>
<p>Mungkin penulisnya menggunakan kosakata bahasa Inggris, namun ia masih berpikir dengan tata bahasa Indonesia. Jadilah &#8216;jadwal membersihkan kulkas&#8217; diterjemahkan kata demi kata, menjadi &#8216;<em>schedule cleaning fridge</em>&#8216;. Padahal yang benar justru kalau dibalik menjadi &#8216;<em>fridge cleaning schedule</em>&#8216;.</p>
<p>Dalam tulisan tersebut, &#8216;<em>schedule</em>&#8216; adalah kata benda, sedangkan &#8216;<em>fridge cleaning</em>&#8216; berfungsi sebagai keterangan untuk menjelaskan tentang si kata benda. Perlu diingat, dalam bahasa Inggris, strukturnya adalah MD (menerangkan-diterangkan). Sedangkan struktur bahasa Indonesia adalah DM (diterangkan-menerangkan).</p>
<p>Selain itu masih ada tulisan lain yang berbunyi &#8216;<em>only staff</em>&#8216;. Padahal yang betul semestinya &#8216;<em>staff only</em>&#8216; ^^ Menurut saya, kalau memang tidak paham betul, tidak perlulah menuliskan segala sesuatu dalam bahasa Inggris. Kecuali kalau kita terpaksa, harus, dan <em>kudu </em>berkomunikasi dengan pihak asing. Pada saat itu, bahasa Tarzan pun jadi! ^^</p>
<p>Tidak sulit kok, untuk mencari tahu tata bahasa Inggris yang benar. Ketik saja kata yang dimaksud ke dalam <em>Google search</em>&#8230; dan <em>voila</em>&#8230;!!! Anda akan langsung tahu bahwa yang benar adalah &#8216;<em>staff only</em>&#8216;, bukannya &#8216;<em>only staff</em>&#8216; ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1372&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/03/17/kelobak-labik-eh-kebolak-balik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di rumah atau dirumah, apa pedulimu?</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/03/09/di-rumah-atau-dirumah-apa-pedulimu/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/03/09/di-rumah-atau-dirumah-apa-pedulimu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 11:08:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prihatin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1367</guid>
		<description><![CDATA[Sejak kapan persisnya, saya tidak ingat. Namun yang pasti sudah bertahun-tahun ini saya merasa &#8216;gatal&#8217; bukan main, setiap kali melihat tulisan &#8216;DI JUAL&#8217; di depan rumah atau mobil, yang memang hendak dijual. Karena kata &#8216;di jual&#8217;, jelas-jelas salah tata bahasanya. Yang benar adalah &#8216;dijual&#8217;. Antara &#8216;di&#8217; dan &#8216;jual&#8217; harusnya disambung, tidak usah dipisah atau diberi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1367&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak kapan persisnya, saya tidak ingat. Namun yang pasti sudah bertahun-tahun ini saya merasa &#8216;gatal&#8217; bukan main, setiap kali melihat tulisan &#8216;DI JUAL&#8217; di depan rumah atau mobil, yang memang hendak dijual. Karena kata &#8216;di jual&#8217;, jelas-jelas salah tata bahasanya.</p>
<p>Yang benar adalah &#8216;dijual&#8217;. Antara &#8216;di&#8217; dan &#8216;jual&#8217; harusnya disambung, tidak usah dipisah atau diberi spasi.</p>
<p>Pada saat itu saya hanya menyabarkan diri dan berpikir, bahwa yang menulis &#8216;DI JUAL&#8217; kemungkinan besar adalah makelar yang hanya mementingkan penjualan (sehingga tidak sempat mengindahkan tata bahasa), atau orang yang kurang berpendidikan, sehingga tidak memahami tata bahasa Indonesia yang baik dan benar.</p>
<p>Namun lama-kelamaan kesalahan semacam ini kian mewabah. Sekarang, di mana-mana kita bisa menjumpai kesalahan serupa. Bahkan di tayangan televisi nasional sekali pun!!! Padahal, tayangan televisi nasional disaksikan oleh seluruh rakyat Indonesia.</p>
<p>Dalam program-program berita, biasanya kesalahan semacam ini cukup jarang terjadi. Mungkin karena orang-orang di balik layar program berita cukup paham akan tata bahasa yang benar.</p>
<p>Tapi coba saja tonton program-program di luar program berita. Kalau Anda termasuk orang yang (setidaknya berusaha untuk) mematuhi kaidah-kaidah berbahasa, Anda akan merasa supeeerrr gataaalll&#8230;!!!</p>
<p>Mengherankan, karena orang-orang yang bekerja di stasiun televisi, khususnya yang bertugas menuliskan kalimat-kalimat yang muncul di layar televisi, mestinya adalah orang yang berpendidikan. Minimal Diploma 3, atau bahkan S1, S2 dan selanjutnya.</p>
<p>Saya hanya khawatir, jika kian hari kian banyak orang yang meniru kesalahan berbahasa tersebut, tanpa menyadari bahwa mereka salah. Karena mereka toh, hanya meniru yang dilihat di layar televisi.</p>
<p>Saya sering membuka kompas.com, yang merupakan situs berita favorit saya. Tulisan dari Kompas sih, nyaris tak pernah salah soal di-di-an ini. Tapi coba lihat bagian surat pembaca, atau komentar pembaca yang ada di bawah setiap berita. Bisa dibilang, 90% tidak bisa membedakan di rumah dengan dirumah, dijual dengan di jual. Apa peduliku? Mungkin begitu pikir mereka&#8230;</p>
<p>Betapa beratnya tugas para guru bahasa Indonesia kalau begitu&#8230;!!!</p>
<p>Sebenarnya, membedakan apakah &#8216;di&#8217; harus disambung atau dipisah dengan kata yang mengikutinya, juga SANGAT MUDAH. Tidak perlu pendidikan yang terlalu tinggi atau otak jenius.</p>
<p>Jika <strong>di</strong> ditambah dengan <strong>kata kerja</strong>, maka penulisannya harus <strong>disambung</strong>. Misalnya <strong>dijual, dibeli, diperjualbelikan, dikembalikan, dicari, disimpan, dipercantik, dipertimbangkan</strong>, dan lain sebagainya.</p>
<p>Jika <strong>di</strong> ditambah dengan <strong>keterangan tempat atau keterangan waktu</strong>, maka penulisannya harus <strong>dipisah</strong>. Misalnya <strong>di rumah, di kantor, di kursi, di meja, di atas, di bawah, di balik pintu, di seberang jalan, di hatimu </strong>(ini biasanya ditemukan dalam syair lagu ^^)<strong>, di sore hari, di pagi hari,</strong> dan lain sebagainya.</p>
<p>Mudah kan? Memang mudah kok. Persoalannya hanyalah: orang mau peduli atau tidak, dan mau mengupayakan yang benar atau tidak ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1367/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1367/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1367/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1367&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/03/09/di-rumah-atau-dirumah-apa-pedulimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keajaiban di lantai 6 ^^</title>
		<link>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/02/14/keajaiban-di-lantai-6/</link>
		<comments>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/02/14/keajaiban-di-lantai-6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 Feb 2011 05:05:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>wongmuntilan</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[日记]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://wongmuntilan.wordpress.com/?p=1357</guid>
		<description><![CDATA[Hari Jumat, pukul 15.40 sore. Saya kebetulan melewati meja seorang editor, sebut saja namanya I. Di atas mejanya terdapat sebuah G4 yang layarnya sudah gelap, dan di atas keyboard G4 tersebut bertenggerlah 2 lembar skrip. Skrip tersebut adalah hasil terjemahan saya sendiri, yang sudah selesai saya kerjakan sehabis istirahat makan siang, sekitar pukul 13.15 atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1357&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari Jumat, pukul 15.40 sore. Saya kebetulan melewati meja seorang editor, sebut saja namanya I. Di atas mejanya terdapat sebuah G4 yang layarnya sudah gelap, dan di atas keyboard G4 tersebut bertenggerlah 2 lembar skrip. Skrip tersebut adalah hasil terjemahan saya sendiri, yang sudah selesai saya kerjakan sehabis istirahat makan siang, sekitar pukul 13.15 atau 13.30 tadi. Si I sendiri tidak kelihatan batang hidungnya.</p>
<p>Saya pikir, aneh juga. Skrip tersebut jelas-jelas sudah di-VO (<em>voice over</em>, di mana seseorang membacakan skrip tersebut dan suaranya direkam, untuk kemudian digabungkan dengan gambar, agar menjadi  sebuah berita utuh) tidak lama setelah selesai dikerjakan. Mungkin sekitar pukul 14.00 proses VO sudah selesai. Lantas, kenapa hingga pukul 15.40 Si I belum mengedit berita tersebut?</p>
<p>Kalau diambil kesimpulan sepihak, tentunya Si I ini adalah seorang yang malas dan tidak bertanggung jawab, <em>lha won</em>g pekerjaan belum dikerjakan sama sekali kok malah menghilang. Namun saya mengenal baik Si I ini. Kebiasaannya adalah mengerjakan editan secepat-cepatnya, agar kalau ada kesalahan bisa direvisi secepatnya pula. Setelah pekerjaannya selesai, jika masih ada waktu, barulah ia akan bersendau-gurau dengan teman-teman lain. Jadi kesimpulan tadi tidak sesuai dengan kebiasaannya.</p>
<p>Saat hendak pergi mencari I, kebetulan saya berpapasan dengan I dan beberapa teman lain. Beberapa orang teman ini mengajak I untuk pergi sebentar guna mencari makanan (maklumlah, jam sekian memang jam-jamnya orang kelaparan ^^). Namun I menolak, dengan alasan bahwa dia sama sekali belum mengedit berita yang ditugaskan, karena <em>footage </em>(gambar)-nya saja belum ia dapatkan.</p>
<p>Tentu saja saya kaget. Kok belum dapat <em>footag</em>e-nya? Kenapa? Rupanya, divisi A di kantor kami (yang antara lain tugasnya merekam dan menyimpan <em>footage</em> dari kantor berita luar negeri), sedang mengadakan rapat penting. Akibatnya, pintu masuk ke ruang A dikunci. Pintu tersebut terbuat dari kayu yang ada kacanya, sehingga mereka bisa mendengar dan melihat jika ada yang mengetuk pintu. Namun jika mereka berpikir urusan orang tersebut kurang penting, mereka tidak akan membukakan pintu.</p>
<p>Ternyata Si I dianggap kurang penting, karena ia tidak juga dibukakan pintu. Padahal ia sudah meminta kaset berisi <em>footage</em> tersebut sejak tadi. Seorang rekan bernama O juga bernasib sama. Ia membutuhkan materi dari sebuah kaset. Materi tersebut masih harus diedit ulang, lantas diserahkan ke pihak M selambat-lambatnya pukul 16.00. Tapi apa daya, divisi A sedang rapat, sehingga tidak bersedia membukakan pintu.</p>
<p>Saya sendiri, editan yang mestinya dikerjakan I tersebut, rencananya akan dipakai untuk <em>taping</em> hari berikutnya. Karena itu, saya langsung mendatangi pintu divisi A dan mengetuk pintu dengan sedikit bersemangat. Akhirnya dibukakan juga. Saya meminta maaf telah mengganggu rapat divisi A, dan meminta bantuan untuk meminjam <em>footage</em>. Akhirnya diberikan juga. Meski seseorang sedikit mengeluh, kapan rapatnya bisa selesai kalau diganggu terus, katanya.</p>
<p>Saya hanya bisa meminta maaf. Pasalnya, bila tidak ada <em>footage</em>, editor tidak bisa mengedit. Bila editor tidak bisa mengedit, maka tidak ada berita yang bisa ditayangkan.</p>
<p>Sebuah keajaiban yang barangkali hanya terjadi di lantai 6 ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/wongmuntilan.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/wongmuntilan.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/wongmuntilan.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/wongmuntilan.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/wongmuntilan.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/wongmuntilan.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/wongmuntilan.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/wongmuntilan.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/wongmuntilan.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/wongmuntilan.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/wongmuntilan.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/wongmuntilan.wordpress.com/1357/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/wongmuntilan.wordpress.com/1357/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/wongmuntilan.wordpress.com/1357/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=wongmuntilan.wordpress.com&amp;blog=3684888&amp;post=1357&amp;subd=wongmuntilan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://wongmuntilan.wordpress.com/2011/02/14/keajaiban-di-lantai-6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a4c69e855286726e4cedfeaaedfc0bf?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">wongmuntilan</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
