Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2009

Nge-blog

Tahun 80-an

Hobimu apa? Main lompat karet, petak umpet, gobak sodor, jek-jekan (benteng-bentengan), oyak-oyakan (kejar-kejaran), setin (gundu), dakon (congklak), bola bekel (pernah menang International Bekel Ball Competition), lari-lari sama doggie, naik sepeda BMX, baca komik Pak Janggut, Deni Manusia Ikan (Bobo banget), memelihara kelinci, memelihara luak, dan minum es lilin!

Tahun 90-an

Hobimu apa? Main game watch, Nintendo, Atari, dingdong, basket, naik sepeda Federal, baca komik Tapak Sakti, dengerin lagu-lagu NKOTB, memelihara kucing dan makan es krim cone gopek!

Tahun 2000-an

Hobimu apa? Surfing via internet, dan blogging bo…!!!

Kegemaran nge-blog ini bisa dibilang menular. Kedua adik saya pun lantas membuat blog sendiri, yang bisa dikunjungi dengan menge-klik daftar blog di sebelah kanan, pada nama Na dan Bodtz. Keduanya sudah berjanji untuk mendedikasikan blog untuk hal-hal tidak penting (sama kaya prinsipnya Kristina dan Ria ya ^^)

Selamat nge-blog, semuanya…!!!

^^

Read Full Post »

Kacamata kuda

*Saya mencoba menulis dari sudut pandang seekor kuda. Kenapa? Pertama, karena saya shio kuda (gak nyambung yah?). Kedua, saya sangat menyukai kuda, meski agak takut juga kalo nekat dekat-dekat lantas ditendang. Ketiga, film ‘Hidalgo’ dengan tokoh utama seorang koboi dan seekor kuda, adalah salah satu film favorit saya. Kempat, judulnya kan ‘Kacamata kuda’, jadi saya rasa tidak salah menulis dari sudut pandang hewan mulia sahabat manusia ini.*

Seekor kuda dilahirkan di sebuah tanah pertanian. Masa kecilnya amat bahagia. Kerja Si Kuda Kecil setiap hari hanya bermain-main, menunggu induknya pulang bekerja. Pak Tani membebaskan Kuda Kecil bermain sepuas hati, lantaran di desa tersebut tidak ada kendaraan hilir mudik yang berbahaya bagi kuda. Demikianlah Kuda Kecil bebas melompat ke kanan, melonjak ke kiri, menarikan tari kuda, melatih kuda-kuda (seperti dalam wushu) ala kuda, berenang layaknya barakuda, tanpa mengenal bahaya. Ia tumbuh sebagai seekor kuda yang kreatif dan gemar berinovasi.

Suatu hari Kuda Kecil tak lagi kecil. Maka namanya diganti menjadi hanya Kuda saja. Pak Tani mulai mengajak Si Kuda bekerja menarik dokar, menggantikan induknya yang telah renta. Pertama-tama, Pak Tani memakaikan kacamata kuda ke Si Kuda.

“Untuk apa kacamata ini?” tanya Kuda.

Pak Tani berdehem-dehem. Ia tahu, Kuda adalah hewan yang cerdas. Jadi penjelasan sederhana saja tidaklah cukup.

“Jadi begini ya Kuda, kan mulai hari ini kamu bekerja menarik dokar. Nah, kebijakan pertanian kita mengharuskan setiap kuda mengenakan kacamata kuda saat bertugas.”

“Tapi kacamata ini hanya memungkinkanku melihat ke depan saja. Aku jadi tidak bisa menoleh ke kanan atau ke kiri.”

“Ya, begitulah syarat utama untuk bekerja menarik dokar, sebagaimana tertera dalam buku petunjuk kebijakan pertanian. Lagian kamu memang hanya perlu melihat ke depan kok. Kiri dan kanan tidak penting. Begitulah kebijakan pertanian kita.”

“Namun sahabat-sahabatku Si Sapi, Kambing, Anjing, Bebek, Ayam dan Merpati kok tidak harus mengenakan kacamata kuda?”

“Ya begitulah nasibmu sebagai spesies yang bernama Kuda. Kalau kamu termasuk dalam keluarga Bebek misalnya, tentu kamu tidak perlu mengenakan kacamata, lantaran tidak ada kacamata bebek.”

“Kalau begitu, aku mau pindah ke keluarga bebek saja, boleh tidak?”

“Tentu saja tidak, Kuda yang baik, karena kakimu ada empat dan kamu tidak punya sayap. Sudah, syukuri sajalah keberadaanmu sebagai seekor kuda. Lagian, kenapa sih kamu menolak? Seluruh kuda penarik dokar juga mengenakan kacamata seperti ini kok.”

“Aku hanya takut pandanganku terbatas dan aku menjadi bodoh” jawab Si Kuda. “Seperti katak dalam tempurung, begitulah aku, kuda dengan kacamata kuda. Hanya boleh melihat apa yang diperintahkan saja. Masih bisakah potensiku dikembangkan?”

Sungguh, Kuda tidak takut kelaparan karena toh mampu mencari rumput sendiri. Ia hanya takut terkungkung, terkekang, dan kelak menjadi bodoh. Pak Tani yang bijaksana mengerti kegalauan hati ternaknya.

“Ah Kuda, kalau memang pada dasarnya cerdas dan ingin maju, kamu akan bisa terus berkembang. Kacamata kuda jenis apapun takkan mampu mengekangmu. Begini saja, setiap sore sepulang bekerja, akan kulepas kacamatamu agar kamu bisa bebas melihat kembali. Bagaimana?”

Kuda melonjak-lonjak dengan gembira!!!

Read Full Post »

2002-2005 对我来说,是非常幸福的时代。

我来介绍一下儿。我性陈,叫陈沈金燕。我是一个印尼华裔。我是在文池兰,一个小小的城市长大的。小的时候,我很喜欢看功夫电影。原因是因为功夫很有意思,故事很有意义,明星很好看,还有在电影里面人都讲华语。当时呢,连一句话,我都听不懂。没关系了,我想,我就喜欢听。但心里面,有一个梦想,以后要学好汉语。

2001 年,参加印尼大学中文系举行的中文比赛时,我才知道,除了大专以外,印尼大学中文系也有本科。 如学中文系本科没有大专那么难。我就记得我童年的梦想。我知道怎么把那个梦想实现了。印尼大学中文系本科!

2002年我入学印尼大学中文系本科。开心得不得了!早上我去上班 (当时,我在小学教英文),上午去印尼大学上课。累不累呢?当然累。但我有个办法。我在路上(公共汽车上)多多睡觉, 所以到了印尼大学时,没有觉得累了。

虽然难的不得了,学汉语很幸福!我童年的梦想已经实现了。

*虽然我毕业了印尼大学中文系本科,但2005-2008年我很少用中文莱写、看、听、说。这一个文章一定有错误。碰到错误的话,请您尽管告诉我。谢谢!*

^^

Masa-Masa Bahagia

Bagian I: Mewujudkan Impian Masa Kecil

Bagi saya, tahun 2002-2005 adalah masa-masa yang penuh kebahagiaan. Ohya, perkenalkan dulu, marga saya Chen, nama saya Chen Shen Jin-yan. Saya adalah orang Indonesia keturunan Tionghoa. Saya dibesarkan di sebuah kota kecil bernama Muntilan. Waktu kecil, saya sangat suka menonton film kungfu. Alasannya karena kungfu itu sangat menarik, ceritanya sarat makna, bintang filmnya ganteng-ganteng, dan para pemainnya semua berbahasa Mandarin. Waktu itu sepatah kata pun saya tidak mengerti. Tak apa-apa, mendengarkan saja saya sudah senang. Namun dalam hati timbul sebuah impian, suatu hari nanti saya harus bisa berbahasa Mandarin.

Tahun 2001, saat sedang mengikuti kompetisi bahasa Mandarin di UI, barulah saya tahu, program bahasa Mandarin di UI bukan hanya S1 saja, namun juga ada D3. Masuk program D3 lebih mudah daripada S1. Saya teringat kembali akan impian masa kecil. Saya tahu bagaimana cara mewujudkannya. Program D3 Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Indonesia!

Tahun 2002 saya masuk ke program D3 Jurusan Bahasa Mandarin Universitas Indonesia. Rasanya senang sekali! Pagi hari saya berangkat kerja (saat itu saya mengajar bahasa Inggris di sebuah SD), siang hari berangkat ke UI, kuliah. Cape tidak? Tentu saja cape. Tapi saya punya suatu cara. Selama di perjalanan (dalam bis) saya banyak-banyak tidur, jadi ketika sampai di UI, sudah tidak cape lagi.

Meski sulitnya amit-amit, belajar bahasa Mandarin amat menyenangkan! Impian masa kecil saya terwujud sudah.

*Meski telah lulus dari program D3 Jurusan Bahasa Mandarin, namun selama tahun 2005-2008 saya amat jarang menulis, membaca, mendengar, maupun berbicara dalam bahasa Mandarin. Pasti ada kesalahan dalam tulisan ini. Bila Anda menemukan kesalahan, silakan beri tahu saya ya. Terima kasih*

^^

Read Full Post »

Takut atau menghargai?

ip-manSebagai penggemar film, tahun baru tentu saja dirayakan dengan menonton film-film baru, yang selama beberapa pekan ini posternya seolah melambai-lambai mengundang untuk ditonton. Salah satu film yang saya tonton adalah “IP MAN”. Bukan dibaca ai-pi men seperti bahasa Inggris, tapi cukup dibaca apa adanya (Yip Man) karena itu adalah nama seseorang, yang diucapkan dengan dialek Kanton. Dalam bahasa Mandarin menjadi Ye Wen 叶问。Ye Wen atau Yip Man adalah seorang master kungfu, yang kemudian memiliki seorang murid yang amat berbakat yaitu Bruce Lee. Jadi film ini sedikit banyak merupakan biografi beliau-lah.

Sebenarnya kalau mau jujur, film kungfu ini tidaklah terlalu istimewa. Selain itu menurut saya (sebagai penggemar fanatik Jet Lee), gerakan wushu Jet Lee di film “Fearless / Huo Yuan Jia 霍元甲” lebih indah, anggun, sekaligus keren dibandingkan gerakan kungfu Donnie Yen di film “Ip Man”. Sengaja saya taruh “Huo Yuan Jia” sebagai pembanding, karena jalan ceritanya kurang lebih sama (biografi master kungfu Tiongkok), lawannya juga sama (melawan petarung-petarung Jepang) dan setting-nya juga kurang lebih sama (sekitar tahun 1940-an di kala sebagian wilayah Tiongkok diduduki oleh tentara Jepang).

Namun ada beberapa nilai luhur yang membuat film ini terasa istimewa. Salah satunya yang paling berkesan adalah adegan di mana Ip Man ditantang oleh seorang petarung dari luar kota, di mana Ip Man baru mau meladeni tantangan tersebut setelah mendapat persetujuan dari istrinya. Saat si penantang mengatainya sebagai lelaki takut istri, Ip Man hanya menjawab dengan santai,

“世界上没有怕老婆的人, 只有尊重老婆的人。”

“Di dunia ini tak ada lelaki yang takut istri. Yang ada hanya lelaki yang menghargai istrinya.”

Wow, bagi saya kalimat ini jauh lebih berarti daripada jurus-jurus kungfu yang paling hebat sekalipun!!!

^^

Read Full Post »