Feeds:
Posts
Comments

Archive for November 17th, 2009

2012 (bukan resensi film)

Hari ini ada berita baru di televisi (selain perkembangan kasus KPK-Williardi-dsb-lsp-etc). Beberapa tokoh keagamaan mengeluarkan fatwa haram atas film 2012 yang sekarang sedang diputar di gedung-gedung bioskop. Alasannya, karena film tersebut ditakutkan akan menyesatkan masyarakat pada umumnya, dan kaum Muslim pada khususnya.

Huaaah, segitu seriusnya para tokoh keagamaan ini menanggapi sebuah film yang jelas-jelas fiksi. Hanya saja, memang pencetus ide film ini jeli dalam menangkat tema ‘Kiamat tahun 2012’ yang kini ramai dibicarakan orang.

Menurut saya, rakyat Indonesia tidak segitu bodohnya, sampai menelan mentah-mentah dan mempercayai keseluruhan cerita yang dikisahkan di film. Lha wong jelas-jelas fiksi, produksi Hollywood, lage!!! Kalau ada yang terlalu bego sampai menelan mentah-mentah semuanya, ya salahkanlah diri sendiri kenapa bisa sebego itu, jangan menyalahkan film.

Selain itu, rakyat Indonesia menghadapi banyak masalah yang jauuuuuh lebih pelik, seperti kelaparan, kurang gizi, kekeringan, banjir, fenomena anak jalanan, penggusuran, bentrokan, pelecehan seksual, kejahatan, penipuan, kaki gajah, dan yang paling populer akhir-akhir ini, korupsi. Dengan segitu banyaknya masalah, paling-paling film 2012 hanya akan dipandang sebagai hiburan saja (memang itu manfaat utama film, yaitu menghibur).

Tapi kita lihat sisi positifnya saja. Bagaimanapun, para tokoh agama tersebut sebenarnya bermaksud baik, yaitu melindungi umatnya dari pengaruh-pengaruh yang bisa menyesatkan.

Hanya saja, menurut saya, pendekatan yang diambil, kurang bijaksana.

Kita tidak bisa melapisi seluruh dunia dengan permadani. Karena itu, jauh lebih praktis jika masing-masing orang mengenakan sepatu pelindung kaki.

Demikian juga dengan para tokoh keagamaan. Sekeras apapun mereka berusaha, pengaruh-pengaruh buruk dan menyesatkan akan selalu ada. Tidak mungkin melarang semua pengaruh buruk demi melindungi umat. Lebih baik, bekali umat dengan ajaran agama dan kepercayaan yang benar, agar iman mereka tetap teguh, sehebat apapun godaan yang mereka jumpai.

Selain itu, saya tidak begitu setuju dengan penggunan kata ‘takut’. Kenapa kita sedikit-sedikit merasa takut, lalu bertindak kurang rasional. Makin dilindungi, makin seseorang merasa takut. Mengapa tidak mengajaknya menghadapi saja rasa takut itu.

Contohnya seperti di bawah ini:

Dulu waktu masih kecil, adik saya yang nomor dua, takut sekali kepada yang namanya anjing. Maklum, sejak kecil ia diasuh oleh Si Mbok, yang kebetulan juga sangat takut terhadap anjing. Setiap kali bermain ke rumah saudara saya yang memelihara anjing, adik saya akan bersembunyi di balik kain Si Mbok. Kalau digonggongi anjing, hampir bisa dipastikan ia akan menangis. Saya sendiri lebih beruntung. Sejak kecil, encek saya telah mengajarkan saya untuk berteman dengan anjing.

Lama-lama, timbul rasa iba juga melihat adik saya itu.

Suatu hari, salah seekor anjing betina milik saudara saya melahirkan untuk yang kesekian kalinya. Semua anaknya ada 6 ekor dan lucu-lucu! Inilah saat yang tepat, pikir saya. Adik saya harus diajari menghadapi rasa takutnya. Ia perlu dibuka pikirannya, agar melihat anjing sebagai sahabat manusia yang manis, lucu, dan setia.

Suatu sore kami pergi bermain ke rumah saudara saya (kali ini tanpa mengajak Si Mbok). Saya ajak dia melihat dan menggendong anak-anak anjing yang masih amat kecil (sebesar tikus). Dia terlihat senang, meski masih takut kalau melihat sang induk.

Saya terus mengajak adik saya bermain dengan anak-anak anjing, setiap kali ada waktu. Dimulai dari berteman dengan anak anjing (yang belum punya gigi jadi tidak bisa menggigit), hingga si doggie bertumbuh besar (giginya tajam-tajam), lama-lama adik saya tidak takut lagi kepada anjing. Sekarang ia justru menjadi seorang penyayang anjing…!!! (meskipun belum bisa piara anjing sendiri ya, huhu…)

Kenapa takut pada film 2012? Tonton saja (kalau memang suka nonton film fiksi yang seru-seru). Sehabis nonton, kita lihat apakah kita:

a. Merasa terhibur (berarti filmnya bagus)

b. Tidak merasa terhibur (berarti filmnya jelek)

c. Menjadi sesat dan takut akan kiamat (berarti kitanya begooo banget…)

Peace…!!! ^^

Advertisements

Read Full Post »