Feeds:
Posts
Comments

Archive for December 22nd, 2009

Selamat Jalan Mbak Esthie

Kenangan abadi perjamuan suci.
Saat Kau berkati secawan anggur dan roti.
Sungguh tak terperi kasih cinta di hati.
Walaupun Kalvari telah menanti…

Masih kuingat begitu merdu alunan suaramu saat menyanyikan lagu ‘Tuhan Mengubah Hidupmu’. Bukan hanya merdu, namun juga amat teduh dan lembut. Hanya damai saja yang kurasa, saat mendengarkanmu menyanyi.

Kurasa damai juga dirasakan oleh umat yang sedang mengikuti perayaan misa di gereja saat itu. Seisi gereja sontak menjadi hening. Seolah ingin memberi ruang, agar setiap orang dapat menikmati indahnya suara itu.

Pukul 15.52 hari ini, kuterima pesan singkat lewat telepon seluler, mengabarkan kondisimu yang sedang kritis di rumah sakit.

Pukul 16.21 kembali kuterima sebuah pesan singkat. Mengabarkan bahwa engkau sudah tak lagi bersama kami.

Tahukah engkau, temanku yang tersayang, kami berencana menengokmu usai misa Natal nanti, mengobrol dan tertawa-tawa denganmu, sambil menyanyikan lagu-lagu Natal bersama-sama.

Namun Tuhan begitu menyayangimu. Tak dibiarkan-Nya engkau menderita lebih lama. Direngkuhnya jiwamu dengan tangan-tangan-Nya yang penuh kasih. Diberi-Nya engkau Natal yang terindah tahun ini, bersama dengan Bapa di surga.

Mbak yang lembut dan baik hati, pastilah engkau sudah berbahagia di sana. Selamat tinggal, selamat jalan. Takkan pernah kulupakan suaramu yang teduh dan indah. Kenangan tentangmu, selalu tersimpan rapi di hati kami.

Selamat menyanyi untuk Bapa di surga ya mbak. Aku yakin Ia juga menyukai suaramu.

*untuk mbak Esthie di surga*

Advertisements

Read Full Post »