Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2010

Apa yang terjadi bila seseorang benar-benar tak punya uang?

Saya pernah membaca sebuah berita di media elektronik tahun 2009 lalu, yang mengisahkan tentang seorang petugas kebersihan/penyapu jalan yang mendadak meninggal dunia ketika sedang bertugas. Setelah dilakukan otopsi, ditemukan bahwa yang bersangkutan meninggal dengan perut kosong. Maka ditarik kesimpulan sederhana, bapak tersebut meninggal akibat kelaparan.

Oh my God??? Meninggal akibat kelaparan? Bila hal ini terjadi di pedalaman benua Afrika sana, rasanya masih dapat dimengerti. Namun kalau tidak salah, peristiwa ini terjadi di Bogor, Jawa Barat. Bukankah di sana banyak terdapat warteg murah-meriah, atau setidaknya warung tempat orang bisa membeli mi instan (untuk dimasak di rumah), dan lain sebagainya?

Inilah salah satu akibat, bila seseorang benar-benar tak punya uang.

Apa yang terjadi bila seseorang punya cukup banyak uang, namun bernasib kurang beruntung?

Maka orang tersebut mungkin akan menabungkan uangnya di Bank Century. Belum lama ini saya membaca berita di media elektronik, yang mengetengahkan wawancara dengan salah seorang nasabah bank tersebut. Nasabah tersebut adalah seorang wanita, yang berkat kerja kerasnya selama 27 tahun, sanggup mengumpulkan tabungan sebanyak 700 juta rupiah. Sialnya, dana tersebut didepositokan di Bank Century. Kini, si ibu hanya dapat berharap pada pemerintah dan juga wakil-wakil rakyat, serta berdoa pada Yang Kuasa, agar hasil jerih payahnya tersebut dapat kembali.

Pemeriksaan Pansus yang ditayangkan di televisi hari ini juga menghadirkan sejumlah nasabah bank naas tersebut untuk dimintai keterangan. Belum lama ini saya menyaksikan seorang bapak marah-marah, menuntut para wakil rakyat yang terhormat agar mengembalikan uang mereka. Dana 7 trilyun ditalangi!!! Uang nasabah 1,4 trilyun tidak diganti!!!

Sedih, memang. Lha wong saldo dipotong 5 ribu perak gara-gara bertransaksi di atm bank lain saja rasanya beteeeee…. sekali. Apalagi setelah dicoba 2 kali, transaksi tetap gagal. Sementara uang 10 ribu perak sudah melayang. Bila tidak ingat akan bapak dan ibu saya yang mendidik saya sejak kecil, mungkin sudah keluar umpatan bernuansa flora dan fauna. Tapi itu baru 10 ribu perak saja.

Apalagi kehilangan sekian juta rupiah, sekian puluh juta, sekian ratus juta, bahkan sekian milyar…???

Memang sih, dalam hidup ini uang bukanlah yang utama. Namun di negeri tercinta ini, sebagian besar orang baru bisa mendapatkan pendidikan yang memadai, perawatan kesehatan, sandang, pangan, dan papan yang layak, bila punya uang.

Katakanlah, si nasabah Bank Century yang kehilangan uang sebesar 700 juta rupiah tersebut bukan orang miskin. Untuk makan dan biaya hidup sehari-hari, mungkin memang tak perlu dicemaskan. Namun bagaimana kalau dana itu tadinya untuk biaya pendidikan anaknya? Untuk biaya berobat orang tuanya? Atau untuk pegangan hidup di masa tua? Dan lain sebagainya.

Saya memang bukan nasabah Bank Century. Mendengar namanya saja baru belakangan ini. Tapi turut merasa kehilangan. Karena saya adalah salah satu anggota masyarakat yang hidup dari bekerja, dan setiap bulan berjuang menabungkan sekian persen penghasilan saya, untuk masa depan.

Semoga para nasabah yang kehilangan uangnya, di mana uang tersebut merupakan hasil jerih payah yang didapat secara jujur dan hallal, bisa mendapatkan uangnya kembali. Dan semoga mereka dianugerahi hati yang tabah, apapun yang terjadi.

Gusti Allah boten sare…

Advertisements

Read Full Post »