Feeds:
Posts
Comments

Archive for February 15th, 2010

Tahun 80-an. Seorang bapak berkacamata dengan baret hitamnya yang khas memperlihatkan sebuah gambar ke arah kamera, sambil berkata, “Gambar ayam berkokok, hasil karya ###, dari SD ### bagus… Gambar pak tani, dari adik kita ###, TK Pertiwi ### bagus… Gambar pemandangan…” dan seterusnya.

Bertahun-tahun saya menjadi pemirsa setia acara ‘Gemar Menggambar’ produksi  Televisi Republik Indonesia. Mungkin kalau dijumlah total, sudah ribuan gambar kiriman anak-anak dari seluruh Indonesia yang saya saksikan. Semuanya punya satu kesamaan, yaitu bagus. Tidak ada satu pun yang jelek.

Padahal kenyataannya… ada saja gambar yang jelek. Atau bahkan luar biasa jelek. Kadang saya bertanya-tanya, apakah bapak berkacamata ini tidak takut dinilai tidak punya selera? Tidak punya cita rasa seni? Kok gambar jelek dibilang bagus?

Lalu tiba-tiba pada suatu hari, saya temukan jawabannya. Bapak bertopi ini selalu mengatakan bagus, karena beliau tidak sok tahu! Beliau tidak ingin mendahului Yang Maha Kuasa.

Saat itu, mungkin si pengirim yang masih duduk di bangku SD baru bisa membuat gambar cakar ayam. Namun tidak menutup kemungkinan kelak ia akan bisa membuat karya lukis yang mengagumkan. Saat itu gambar yang dikirim masih berupa coret-coretan. Namun, siapa tahu kelak si anak bisa jadi seniman pelukis abstrak yang jempolan.

Kita tidak akan pernah tahu. Konon, waktu SD dulu  Elvis Presley cilik mendapat nilai C untuk mata pelajaran musik. Di masa SD, Albert Einstein pernah dianggap sebagai pelajar yang daya pikirnya lambat. Tapi lihat apa yang terjadi ketika mereka dewasa.

Segalanya mungkin. Lihatlah putra Anda yang sedang berlarian di atas rumput sambil merentangkan kedua tangan, seolah ingin terbang. Konon, dulu Wright bersaudara juga begitu. Lihatlah anak perempuan tetangga yang menari berputar-putar tidak karuan. Barangkali mirip masa kecil Isadora Duncan?

Anak kecil, serupa dengan tunas yang bertumbuh. Mungil, namun sarat akan asa. Pohon redwood 115,2 meter yang merupakan pohon tertinggi di dunia, dulunya juga bermula dari sebuah tunas mungil, kok.

Kadang ada bakat dan kemampuan yang begitu jelas terlihat. Namun banyak juga bakat dan kemampuan yang tersembunyi. Karenanya, tidak adil jika kita menghakimi anak-anak, dan menuduh mereka kurang pandai, kurang berbakat, dan sebagainya. Lebih baik kita bimbing dan kita semangati, agar mereka dapat bertumbuh dengan maksimal.

Seperti halnya semua gambar adalah ‘bagus’, karena kata tersebut menyiratkan harapan Pak Tino Sidin. Harapan bahwa semua anak Indonesia gemar menggambar. Kalau Pak Tino Sidin dulu mengatakan jelek… jelek… bisa jadi anak-anak Indonesia tidak akan merasa pede untuk mengirimkan gambar hasil karya mereka, dan hilang semangat untuk berkarya.

Selain itu, boleh ya saya tambahkan sedikit catatan dari pengalaman pribadi ^^

Kalau Anda merasa tertarik pada satu bidang, kesenian atau apa saja, jangan pikir panjang, belajar saja! Tekuni saja! Hajar! Singkirkan pemikiran dan kebimbangan seputar Anda berbakat atau tidak, terlalu tua untuk belajar atau tidak.

Kita tidak akan pernah tahu kita berbakat atau tidak, sebelum setidaknya mencoba.  Minimal, dengan belajar  kita akan menjadi lebih pintar. Selain itu, mengutip nyanyian Jonathan Knight dari New Kids On The Block, age is just a number. Jangan pikir Anda terlalu tua untuk belajar. Saya sendiri baru belajar vokal klasik di usia 28 tahun. Memang sih, dengan les vokal, barangkali suara saya tetap tidak akan pernah menjadi seindah Mbak Church, karena kadar bakat yang jauuuuuh berbeda. Namun setidaknya saya hari ini lebih baik daripada saya beberapa tahun lalu, sebelum berlatih vokal klasik ^^

Pernah saya dengar seorang musisi mengatakan, bila tidak berbakat lebih baik tidak usah menekuni musik, karena hasilnya pasti tidak bagus.

Namun yang terus saya ingat adalah perkataan engkoh sepupu saya Koh Liang, pada saat saya masih SD dulu. Katanya, bakat itu cuma berpengaruh sebesar 1%, yang 99% adalah kerja keras dan latihan terus-menerus. Itulah yang saya yakini, sampai sekarang ^^

Advertisements

Read Full Post »