Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2010

Pemikiran manusia bekerja dengan cara yang aneh. Misalnya saja, ingatan akan sebuah film karya M. Night Syamalan, ditambah dengan apa yang saya baca di blog Alice, plus idung kembang-kempis akibat menerima pujian, menghasilkan tulisan di bawah ini.

Yang pertama adalah film ‘Lady in the Water‘. Dalam film tersebut, seorang pemuda diramalkan akan menulis sebuah buku yang kontroversial, lantas meninggal akibat dibunuh, gara-gara buku yang ditulisnya itu. Sekilas peranannya tidak penting: menulis buku, kemudian mati dibunuh. Namun kelak, bertahun-tahun setelah kematiannya, seorang anak akan membaca buku yang ditulis Si Pemuda. Pemikiran dalam buku itu membekas di hatinya. Si Anak kemudian tumbuh menjadi seorang pemimpin yang baik dan mendatangkan kesejahteraan bagi banyak orang. Kesimpulannya, secara tidak langsung Si Pemuda berperan penting bagi kesejahteraan banyak orang, lewat bukunya yang menginspirasi Si Anak.

Yang kedua adalah blog tetangga saya, Alice in Wonderland. Tulisannya yang bertanggal 12 Juli mempertanyakan apakah blog-nya bermanfaat untuk orang lain?

Yang ketiga adalah idung saya yang sempat kembang-kempis sebentar, setelah seorang sahabat mengirimkan pesan singkat, mengabarkan bahwa sebuah tulisan saya yang berjudul ‘Karunia Terindah’ membuatnya menangis. Tulisan itu juga membantunya untuk tetap mensyukuri karunia Tuhan, di kala bayinya sedang super rewel sekalipun.

Ah, padahal saya membuat tulisan itu sekedar untuk curhat, sekaligus mengenang kebersamaan saya yang singkat bersama Si Kecil.  Sebab yang terucap akan lenyap, namun yang tertulis akan abadi. Verba volent, scripta manent.

Saya kebanyakan menulis untuk diri sendiri. Jika ternyata tulisan-tulisan itu bisa bermanfaat untuk orang lain, maka hal ini merupakan bonus untuk saya ^^

Kadang saya berpikir, kenapa saya ini biasa-biasa saja ya??? Tampang, biasa. Penampilan, biasa. Kepribadian, biasa. Otak, biasa (masih untung gak jongkok sih…^^) Kemampuan nyanyi, (dengan berat hati saya akui) biasa. Profesi, biasa. Bakat dan kemampuan di bidang lain-lain, juga biasa. Pokoknya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Orang yang biasa-biasa seperti saya ini, bisakah bermanfaat bagi orang lain?

Saya tidak tahu. Saya hanya tahu menulis. Kemungkinan besar saya hanya akan menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Namun bisa jadi tulisan saya akan berguna bagi orang lain. Dan orang lain itulah yang kelak akan menjadi pribadi yang istimewa.

Siapa tahu…???

Kesimpulannya… tetap menulis ‘kali ya??? ^^

Read Full Post »

One day I was going home by transjakarta when rain suddenly poured down from the sky. The rain was so heavy that you’d soon be soaked in water although you had an umbrella. So there was no way for me to ride an ojek as I usually do. The other option was to get a taxi… but the traffic jam was extremely dreadful that you’d be wasting time (and lots of money) anyway.

The last option was to wait at the bus shelter, and that’s what I did. I got there around 7.30 pm, and guess what… the rain didn’t stop pouring until 9 pm…!!! So there I was, standing for 1,5 hours without any book to read or anyone to talk to. When the rain finally stopped at 9 pm, I was so happy as I could be, quickly got myself an ojek, smiling all the way home :p

Then I realized I’ve learned something new. We have the right to pursue our goals, yet God is the one who decides whether we deserve it or not. He also decides the right time for us to get what we are worthy of. No matter how hard we’ve tried, no matter how much we want to make our dreams come true, it can’t always come in an instant.

Keep on working hard… but sometimes we simply have to WAIT. It leaves us two options: waiting happily or unhappily. I believe there are lots of goals we’re not yet to reach… but for me, ever since that day, I’ve decided to wait happily and thank God for everything He’s given to me… It’s not always easy though, but it makes me feel lots better.

What about you…??? :p

* It was written on October 19, 2006, the second writing posted in my friendster blog. Actually I have forgotten the art of waiting happily. That’s why I decided to post this old writing here. To remind myself of my revelation under the rain ^^ *

Now I’m waiting happily to get pregnant again ^^

Read Full Post »

Pernahkah engkau mensyukuri setiap jerawat yang muncul di wajahmu? Mula-mual yang dirasakan nyaris sepanjang waktu? Atau perasaan mudah lelah sehingga harus beristirahat setiap beberapa jam sekali? Naik-turun tangga dan bergerak serba pelan seolah menderita encok?

Aku pernah!!!

Jerawat, mual-mual dan mudah capek ternyata sangat mudah disyukuri, karena hal itu mengingatkan akan si mungil yang sedang bertumbuh dalam rahimku. Setiap kali ada jerawat baru muncul, aku bersyukur karena konon (entah benar atau tidak), jerawat banyak bermunculan akibat hormon tertentu semasa kehamilan. Tidak semua ibu hamil mengalaminya, sih. Namun aku mengenal beberapa orang teman yang jerawatan semasa hamil, lantas wajahnya kembali mulus beberapa bulan setelah melahirkan!

Semasa mengandung, aku tidak pernah jauh-jauh dari sebotol minyak kayu putih (harus selalu ada di dalam tas, sama pentingnya dengan KTP atau ATM!) Pasalnya, aromanya lumayan ampuh untuk mengurangi rasa mual yang sering muncul.

Semasa mengandung pula, aku harus sejenak melepaskan khayalan menjadi seorang jago kungfu. Aku tidak lagi berlari menaiki tangga, atau melompat ke sana kemari seolah menghindari serangan musuh!

Setiap kali les vokal, berlatih vokal di rumah, atau bertugas menyanyi di gereja, aku selalu berbisik pada si kecil, dengar ya, Mama menyanyikan lagu ini untukmu ^^

Aku banyak membaca kisah-kisah Sherlock Holmes dalam bahasa aslinya, dengan harapan si kecil akan memiliki otak secerdas Holmes! Tapi kamu tidak harus menjadi detektif kok Nak, kalau kelak kamu ingin mengabdikan hidupmu untuk merawat orang utan misalnya, Mama tidak akan melarang. Yang penting kamu mencintai profesimu kelak, dan hidup berbahagia karenanya!

Demikianlah, setiap jerawat mengandung asa, mual-mual membuatku bahagia, dan pegal-pegal mengundang ceria!

Namun pada suatu hari Sabtu yang indah, ketika tiba jadwal kontrol ke dokter kandungan, segalanya berubah. Pada saat menimbang berat badan, aku sudah merasa sedikit cemas. Pasalnya, berat badanku tidak jauh berbeda dari 4 minggu sebelumnya. Kandunganku sudah berusia 14 minggu. Namun dilihat dari hasil USG, seperti baru berusia 12 minggu saja.

Yang lebih mengkhawatirkan, terdapat nuchal translucency (NT) sejauh 1,05 cm dari dinding rahim. Padahal menurut dokter, seharusnya NT tidak boleh lebih dari 1-2 mm saja. Berarti ada sejumlah besar cairan di belakang leher si janin, yang menandakan adanya kelainan bawaan. Tubuh si kecilku juga terlihat seperti diselubungi cairan.

Dokter lantas merujuk kami kepada dua orang seniornya, dosennya saat mengambil spesialis obstetri dan ginekologi dulu. Namun kedua dokter senior ini begitu sibuknya, sehingga aku baru bisa memeriksakan kandungan kepada salah seorang dokter, pada hari Kamis berikutnya. Itupun karena si dokter berbaik hati menyelipkan seorang pasien rujukan dalam jadwalnya yang padat.

Itulah 5 hari paling panjang dalam hidupku. Belum pernah aku merasa secemas itu. Tak henti-hentinya aku berdoa, ya Tuhan, berkatilah agar bayiku sehat dan normal. Kalaupun bayiku mengalami kelainan bawaan, biarlah kelainannya yang seringan mungkin. Misalnya polydactyly (memiliki jari tambahan). Dulu adik temanku mempunyai jempol tambahan, dan ketika sudah cukup umur, jempol tambahannya bisa dihilangkan dengan operasi. Jangan berikan ia kelainan bawaan yang berat ya Tuhan.

Namun pada hari Kamis, ketika diintip melalui USG di ruang praktek si dokter senior, jantung si mungil sudah berhenti berdetak.

Ia memang tidak akan sanggup bertahan hidup, kata dokter. Bisa bertahan selama 14 minggu saja sudah hebat.

Air mata mengalir karena sedih, kehilangan, rasa hampa, dan juga terharu. Kamu ingin bertemu dengan mama-papamu ya Nak? Karena itukah engkau berusaha bertahan hidup selama ini?

Namun kami yakin, apa yang ditakdirkan oleh Tuhan, tentulah yang terbaik. Ia begitu mencintai umat-Nya hingga rela berkorban di kayu salib. Begitu besar kasih-Nya, sehingga aku yakin, si kecilku tidak menderita, dan kini telah bahagia dalam pelukan-Nya. Kalau sampai bertahan hidup dan dilahirkan dengan kelainan bawaan yang berat, tentu ia akan sangat menderita.

Pada hari Rabu siang tanggal 23 Juni aku dikuret, dan berpisah dengan si kecil untuk selama-lamanya.

Selama-lamanya? Ah, belum tentu. Bisa jadi kami akan berkumpul kembali suatu hari nanti, di surga. Si kecilku tidak berdosa, dan bisa dipastikan mendapat tiket langsung. Tinggal bagaimana aku dan garwa (sigaran nyawa) serta anak-anak kami kelak menjalani hidup ini dan memanggul salib masing-masing. Bila kami sekeluarga sungguh-sungguh mengikuti jalan-Nya, tentu kami akan bisa berkumpul kembali nanti di surga.

Untuk sementara waktu, kuucapkan selamat tinggal pada si kecil. Sampaikan peluk dan cium dariku ya Tuhan. Aku tak bisa memeluk dan menciumnya, tapi Engkau pasti bisa.

Dokter meminta kami menunggu selama 3 bulan. Setelah itu, barulah aku boleh hamil lagi.

Aku bertekad, dalam 3 bulan ini aku harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Makan makanan yang bergizi, rutin mengkonsumsi asam folat, minum susu, mengurangi aktivitas agar bisa cukup beristirahat, pokoknya menganut gaya hidup sehat! Agar anak yang dikaruniakan pada kami nanti, dapat tumbuh dan berkembang dengan maksimal dalam tubuh seorang ibu yang sehat.

Memang kalau diingat-ingat, kehamilanku yang pertama baru diketahui saat usianya sudah 6 minggu. Selama 6 minggu itu kan aku tidak rutin minum susu, makan makanan yang bergizi, seringkali beraktivitas dari pagi hingga malam sampai kecapean, dan sebagainya. Aku yakin, orang harus belajar dari pengalaman. Segala yang terjadi kepada kita, pastilah mengandung hikmah. Tak boleh ada pengalaman yang sia-sia.

Dan yakinlah, Tuhan akan membuat segala sesuatu indah pada waktunya.

Selama ini aku banyak khawatir akan hal-hal yang remeh-temeh. Namun dalam kehadirannya yang amat singkat, si kecil telah membuatku sadar mengenai hal-hal yang paling penting dalam hidup ini. Yaitu rasa syukur terhadap seluruh karunia yang dilimpahkan Tuhan kepada kita. Dan kesehatan.

Kini jerawat di wajahku sudah mulai berkurang.

3 bulan lagi, berilah agar aku mengandung lagi ya Tuhan. Berkatilah agar bayiku yang akan hadir nanti sehat dan sempurna.

Jerawat dan mual-mual (atau bahkan muntah-muntah juga boleh, deh) serta pegal-pegal tidak menjadi masalah. Akan kujalani dengan penuh rasa syukur dan bahagia!!! ^^

Read Full Post »