Feeds:
Posts
Comments

Archive for August, 2010

Apa kata jarimu? ^^

Untuk setiap jari telunjuk yang mengarah kepada orang lain, ada 4 jari lain yang menunjuk ke arah diri kita sendiri.

Berbagai tanggapan bermunculan, atas rekaman wawancara Qory Sandioriva dalam penjurian Miss Universe 2010, yang bisa dilihat dengan mudah di youtube. Banyak yang mencemooh kemampuan berbahasa Inggris wakil dari Indonesia ini. Memang sih, kemampuan berbahasa Inggrisnya hanya sekedar terjemahan kata demi kata dari bahasa Indonesia, alias word by word translation. Tanpa mengindahkan tata bahasa, gaya bahasa, dan lain sebagainya.

Mungkin akan jauh lebih baik bila Qory menggunakan jasa interpreter, agar ia bisa lebih fokus pada isi jawaban, tanpa perlu memusingkan soal bahasa. Banyak kok, pemenang Miss Universe yang memanfatkan jasa interpreter lantaran tidak lancar berbahasa Inggris. Saya punya banyak teman yang berprofesi sebagai interpreter. Saya sendiri ingin mencoba menjadi interpreter (^@^)

Tidak bisa dipungkiri, Qory memang punya kelemahan. Orang boleh saja mencemooh, mengejek, dan menghinakan ketidakmampuannya berbahasa Inggris. Namun ingatlah, untuk setiap jari telunjuk yang mengarah kepada orang lain, ada 4 jari lain yang menunjuk ke arah diri kita sendiri.

Jujur saja, saya termasuk orang yang menyaksikan rekaman wawancara itu di youtube, sambil tertawa-tawa menghina.

“Hahaha…wkwkwk…qiqiqi…”, tawa Si Jari Telunjuk.

Tapi tidak lama. Sebab, 4 jari tangan saya (selain telunjuk), terarah kepada diri saya sendiri.

Kata Si Jempol, “Kenapa menertawakan dia? Usianya baru 19 tahun. Mengikuti kontes Miss Universe pada usia 19 tahun tidaklah mudah. Pada usia semuda itu ia harus banyak belajar, mempersiapkan diri, dan menanggung beban moral karena menyandang nama negerinya tercinta, Indonesia. Tidak sepantasnya kita menertawakan orang yang telah berusaha keras” (waduh, si Jempol emang paling galak, deh).

Si Jari Tengah langsung menyambung, “Pada usia 19 tahun ia sudah punya prestasi yang bertaraf nasional. Kalau belum bisa meraih prestasi bertaraf internasional, itu bukan salahnya dong. Kamu sendiri, apa prestasi yang telah diraih pada usia 19 tahun?” (Huaaa… Si Jari Tengah tidak kalah galak rupanya. Prestasi saya di usia 19 tahun…? Pernah menang lomba makan kerupuk saat perayaan 17-an di kampung ‘kali ya…?)

“Ah, ia sangat cantik dan wajahnya khas wanita Indonesia. Proporsi tubuhnya juga ideal. Kelihatannya jauh lebih bagus dibanding saat kita sedang melihat ke cermin,” ujar Si Jari Manis. (Hiks… Si Jari Manis jujur sekalee…)

Si Jari Kelingking melontarkan komentar ringan saja, “Setidaknya ia sudah pernah menjejakkan kaki di Las Vegas, Amerika Serikat. Kamu sendiri belum pernah pergi sejauh itu, kan?” (Oh, iya ya, saya tidak berpikir sejauh itu saat tertawa-tawa menghina tadi…)

Kapok deh.

Ah, lain kali saya harus berpikir-pikir seribu kali dulu sebelum menghina orang lain. Sebab jari-jari tangan saya galak-galak dan berpikiran kritis… ^^



Read Full Post »

Diskon

Orang sabar disayang Tuhan. Kalimat tersebut sangat ‘mengena’ bagi saya. Seringkali saya ingin membeli sesuatu namun memilih untuk menunda atau menahan (dan menyabarkan) diri, lantaran harganya cukup mahal. Lantas beberapa waktu kemudian benda tersebut didiskon, kadang kala dengan presentase yang cukup fantastis! Berikut ini beberapa pengalaman indah saya dengan si ‘diskon’ ^^

  1. Dulu sekali, tahun ’90-an, ketika masih kuliah di Unika Atma Jaya Jakarta (terpercaya kualitas lulusannya!), saya naksir banget sama rok hitam A-line dari bahan jeans yang stretch, merek C. Tapi harganya cukup mahal, seingat saya sekitar IDR 189000. Jelas tidak saya beli! 1-2 tahun kemudian setelah lulus kuliah dan punya penghasilan sendiri, rok tersebut didiskon 50%. Wow!!! Langsung saya beli ^^
  2. Dulu, awal tahun 2000-an, waktu masih ngekos di kawasan Karet Sawah, saya bertetangga dengan seorang wanita yang cantik, feminin dan modis. Dia punya rok bawahan hitam yang bagus sekali, terbuat dari kain stretch dilapisi kain kaca yang lembut, dengan sulaman dan sedikit taburan motik. Modelnya sedikit unik namun masih tergolong klasik, sehingga tidak gampang ketinggalan mode. Saya pernah melihatnya di mal, mereknya M&L, harganya sekitar IDR 300000 lebih. Jelas tidak saya beli! 1-2 tahun kemudian, merek M&L mengadakan diskon besar-besaran, dan saya mendapatkan rok bawahan tersebut dengan harga sekitar IDR 100000 saja ^^
  3. Sejak ‘The Lost Symbol’ karya Dan Brown diterbitkan pada tahun 2009, saya sudah gatal pengen beli. Saya bertekad untuk beli yang English version, agar sama dengan keempat buku karya Dan Brown yang sudah saya miliki. Tapi waktu itu hanya ada yang hardcover, dan harganya sekitar IDR 242000 di toko buku G. Sempat mau titip ke teman yang tinggal di Manila, atau ke garwa yang kebetulan ke negeri Singa, namun di kedua tempat tersebut harganya tak jauh berbeda, di negeri Singa bahkan lebih mahal. Lantas saya menjumpai ‘The Lost Symbol’ versi terjemahan bahasa Indonesia seharga IDR 110000 didiskon 20%. Sempat tergiur, tapi tidak saya beli. Kemudian suatu sore adik saya sms, bercerita bahwa ia sedang ‘kalap’ memborong buku di toko buku G dekat tempat tinggalnya yang baru dibuka. 30% all items! Saya langsung membalas sms, menitip dibelikan ‘The Lost Symbol’. Pikir saya, IDR 242000 tidak apa-apalah, kan masih didiskon. Sepertinya tidak lama lagi novel tersebut akan difilmkan. Sebelum nonton, kan saya harus membacanya terlebih dahulu! Ternyata buku tersebut sudah turun harga menjadi hanya IDR 100000 saja, dan itu pun masih didiskon 30%. Wow!!! I luph you toko buku G! Buku bersampul tebal itu saya miliki dengan harga IDR 70000 saja ^^
  4. Usai menitip ‘The Lost Symbol’, saya ingat bahwa ada 2 novel karya Ayu Utami yang ingin saya beli. ‘Bilangan Fu’ IDR 60000 dan ‘Cakrabirawa’ IDR 45000. Namun pada malam diskon tersebut, di toko buku G kedua novel itu dijadikan satu pak, dan dijual seharga IDR 85000 saja, masih didiskon 30%. Harganya tinggal IDR 59500. Wow!!! I luph you more, toko buku G ^^
  5. Pada usia yang sudah menginjak awal 30-an ini, saya pikir tidak ada salahnya mencoba memakai krem atau apalah untuk meremajakan kulit, terutama daerah sekitar mata, agar tidak berkerut. Kemudian saya tertarik pada sebuah produk kosmetik, gara-gara bintang iklannya adalah aktris favorit saya yaitu Gong Li. Harganya sekitar IDR 118000 di supermarket G dekat rumah. Saya juga tertarik pada pelembap wajahnya, yang harganya kurang lebih sama. Memutuskan untuk pikir-pikir dulu, akhirnya saya tidak jadi beli. Pada minggu berikutnya, saya memutuskan untuk beli sajalah, terutama krem untuk daerah sekitar mata. Soalnya saya baru saja nonton film ‘Shanghai’ yang dibintangi Gong Li, dan memang tidak ada kerutan di sekitar matanya (termakan iklan ^^). Eh, ternyata produk tersebut sudah didiskon, sehingga harganya tinggal sekitar IDR 69000 saja. Pelembap wajah juga didiskon dengan harga kurang lebih sama. Asyik! Untung minggu sebelumnya saya tidak jadi beli ^^
  6. Sejak membeli buku kesatu dari serial ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa dan kebangsaan Indonesia’, saya langsung jatuh cinta pada isi dan juga gaya bahasanya! Saya jadi mengenal karya-karya penulis Tionghoa ternama pada zamannya, seperti Kwee Tek Hoay. Saya jadi ingin mengoleksi, tapi harus beli satu-persatu karena harganya cukup mahal. Kemudian saya pergi liputan ke sebuah acara Pesta Buku di Gelora Bung Karno, di mana serial ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa’ tersedia lengkap dari jilid 1-8, dengan harga diskon! Ada yang diskonnya mencapai 60%, sedangkan jilid 8 hanya didiskon 20% karena baru saja terbit. Saat liputan, kebetulan saya tidak membawa uang, ATM terdekat entah di mana, sedangkan penjual buku hanya menerima uang tunai. Keesokan harinya, barulah saya kembali lagi, untuk melengkapi koleksi buku ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa’ saya ^^
  7. Selama kuliah di Unika Atma Jaya, saya bertahan hingga lulus dengan menggunakan sebuah kamus saku bahasa Inggris terbitan Oxford yang kecil dan murah-meriah. Namun setelah lulus, saya jadi pengen punya kamus yang bagus dan lengkap. Teman saya bilang, beli yang Macmillan aja, bagus dan bisa dibilang lengkap. Saya mendapati kamus tersebut di toko buku K yang banyak menjual buku impor. Harganya IDR 400000, hardcover, tapi kondisinya sudah jelek. Yang paperback harganya IDR 300000, namun tidak tersedia. Tahun 2005, saya dan 3 orang rekan kerja dikirim ke Taipei untuk menjalani training. Pada saat jalan-jalan ke toko buku setempat, saya melihat kamus Macmillan yang hardcover, kondisi mulus, dengan harga 1000 NT atau sekitar IDR 300000. Jadinya, ke Taipei bukannya beli kamus Mandarin, tapi malah beli Macmillan ^^

Itulah sedikit pengalaman tentang si ‘diskon’ ^^

Read Full Post »

What was it like, when Adam and Eve realized that they were naked? Nakedness used to mean nothing for them. But once they found out, everything seem to rotate around it. Quickly grabbed some leaves to veil the nakedness. And keep themselves covered since then. Once awake, things would never be the same.

I know what it’s like. Or sort of.

I didn’t care much about pregnancy, babies, or little children. To me, pregnancy means that you ought to give your seat to any pregnant ladies you meet at the bus or train, because they need it much more than you do. That’s it, no more. Babies mean cute little humans, with adorable innocent eyes. Little children don’t differ much from babies.

Similar to Adam and Eve, things are never the same, once I’m awake.

Now pregnancy means a lot to me. I would do anything to keep my pregnancy and save my baby. But there was nothing I could do, than to let it go. And wait. Prepare myself well. Start all over again.

Suddenly my world is full of pregnant ladies, babies, and little children. It seems that they simply pop out from nowhere!

  1. A dear friend of mine who lives abroad is pregnant ^^
  2. A fellow debater is going to hold a baby shower at a karaoke this Friday (yippie…!!!) ^^ beware guys, for Whitney Charlotte Houston Church is coming!!! ^^
  3. My colleagues’ wives (about 3 or 4 of them) are pregnant ^^
  4. Another dear friend who lives in Semarang is pregnant ^^
  5. A high school roommate I’ve never seen in years is pregnant ^^
  6. The pretty lady I meet at the bus daily is pregnant.
  7. Today’s Kompas Female share some tips on pregnancy.
  8. All the ladies at the obstetrician’s waiting room are pregnant (of course-lah ^^)
  9. Two dear friends of mine had just given birth to healthy babies ^^
  10. A colleague had just have a baby girl ^^
  11. A dear friend’s son is 1 year old today ^^
  12. I saw a friend’s beautiful two year-old girl photo at FB today ^^

Everyday, I would meet beautiful pregnant ladies (they look pretty to my eyes since then). Adorable little babies (would have hugged and kissed them, had their parents let me!). Cute, innocent, happy go-lucky children.

Believe me when I say that this world is full of pregnancies, babies, and children!!! ^^

Oh, how I smile to see them! And then how my heart cries! I want to be like them! I want to be pregnant! I want to have my own babies! My own kids! I want to hold a baby shower! I want to celebrate my kids’ birthdays! Buy them toys and clothes, send them to school!

Yet there are still 2,5 months to go. I have to wait for 40 days + 3 months (started from June 23). Then I’m allowed to be pregnant again.

But oh, the wait! I mind waiting, I really do. But I have to wait for my womb to heal. So that the coming little fetus would have a good place to stay and grow.

I wish I could go to a lonely tropical island, or a serene villa on the mountainous area, to wait there. Read novels, watch TV and movies, sip my coffee, have a long vacation while waiting for the time to pass. To a place where I won’t have to see pregnant ladies, babies, children, or even hear about them.

But ah, no. It’s not meant for me. I’m not running away from challenges! See, I don’t have wings. It means that I’m not a chicken. I’m anything but a coward!!!

Yea, pregnancies, babies and children make me smile as well as cry. To me, they are blessings as well as challenges from God. I have to face them. Challenges from God are to be accepted happily. Maybe He is training me to be a tougher woman. I believe there’s a silver lining behind those challenges.

After believe, comes hope. I have a plenty of hopes and opportunities to be pregnant and have my own babies.

After hope, comes pray. I pray to the Lord to send me healthy babies when the time is right.

After pray… well, I don’t know. I guess I’ll just leave it to God, and… wait.

Another 2,5 months to go ^^

Read Full Post »