Feeds:
Posts
Comments

Archive for August 25th, 2010

Diskon

Orang sabar disayang Tuhan. Kalimat tersebut sangat ‘mengena’ bagi saya. Seringkali saya ingin membeli sesuatu namun memilih untuk menunda atau menahan (dan menyabarkan) diri, lantaran harganya cukup mahal. Lantas beberapa waktu kemudian benda tersebut didiskon, kadang kala dengan presentase yang cukup fantastis! Berikut ini beberapa pengalaman indah saya dengan si ‘diskon’ ^^

  1. Dulu sekali, tahun ’90-an, ketika masih kuliah di Unika Atma Jaya Jakarta (terpercaya kualitas lulusannya!), saya naksir banget sama rok hitam A-line dari bahan jeans yang stretch, merek C. Tapi harganya cukup mahal, seingat saya sekitar IDR 189000. Jelas tidak saya beli! 1-2 tahun kemudian setelah lulus kuliah dan punya penghasilan sendiri, rok tersebut didiskon 50%. Wow!!! Langsung saya beli ^^
  2. Dulu, awal tahun 2000-an, waktu masih ngekos di kawasan Karet Sawah, saya bertetangga dengan seorang wanita yang cantik, feminin dan modis. Dia punya rok bawahan hitam yang bagus sekali, terbuat dari kain stretch dilapisi kain kaca yang lembut, dengan sulaman dan sedikit taburan motik. Modelnya sedikit unik namun masih tergolong klasik, sehingga tidak gampang ketinggalan mode. Saya pernah melihatnya di mal, mereknya M&L, harganya sekitar IDR 300000 lebih. Jelas tidak saya beli! 1-2 tahun kemudian, merek M&L mengadakan diskon besar-besaran, dan saya mendapatkan rok bawahan tersebut dengan harga sekitar IDR 100000 saja ^^
  3. Sejak ‘The Lost Symbol’ karya Dan Brown diterbitkan pada tahun 2009, saya sudah gatal pengen beli. Saya bertekad untuk beli yang English version, agar sama dengan keempat buku karya Dan Brown yang sudah saya miliki. Tapi waktu itu hanya ada yang hardcover, dan harganya sekitar IDR 242000 di toko buku G. Sempat mau titip ke teman yang tinggal di Manila, atau ke garwa yang kebetulan ke negeri Singa, namun di kedua tempat tersebut harganya tak jauh berbeda, di negeri Singa bahkan lebih mahal. Lantas saya menjumpai ‘The Lost Symbol’ versi terjemahan bahasa Indonesia seharga IDR 110000 didiskon 20%. Sempat tergiur, tapi tidak saya beli. Kemudian suatu sore adik saya sms, bercerita bahwa ia sedang ‘kalap’ memborong buku di toko buku G dekat tempat tinggalnya yang baru dibuka. 30% all items! Saya langsung membalas sms, menitip dibelikan ‘The Lost Symbol’. Pikir saya, IDR 242000 tidak apa-apalah, kan masih didiskon. Sepertinya tidak lama lagi novel tersebut akan difilmkan. Sebelum nonton, kan saya harus membacanya terlebih dahulu! Ternyata buku tersebut sudah turun harga menjadi hanya IDR 100000 saja, dan itu pun masih didiskon 30%. Wow!!! I luph you toko buku G! Buku bersampul tebal itu saya miliki dengan harga IDR 70000 saja ^^
  4. Usai menitip ‘The Lost Symbol’, saya ingat bahwa ada 2 novel karya Ayu Utami yang ingin saya beli. ‘Bilangan Fu’ IDR 60000 dan ‘Cakrabirawa’ IDR 45000. Namun pada malam diskon tersebut, di toko buku G kedua novel itu dijadikan satu pak, dan dijual seharga IDR 85000 saja, masih didiskon 30%. Harganya tinggal IDR 59500. Wow!!! I luph you more, toko buku G ^^
  5. Pada usia yang sudah menginjak awal 30-an ini, saya pikir tidak ada salahnya mencoba memakai krem atau apalah untuk meremajakan kulit, terutama daerah sekitar mata, agar tidak berkerut. Kemudian saya tertarik pada sebuah produk kosmetik, gara-gara bintang iklannya adalah aktris favorit saya yaitu Gong Li. Harganya sekitar IDR 118000 di supermarket G dekat rumah. Saya juga tertarik pada pelembap wajahnya, yang harganya kurang lebih sama. Memutuskan untuk pikir-pikir dulu, akhirnya saya tidak jadi beli. Pada minggu berikutnya, saya memutuskan untuk beli sajalah, terutama krem untuk daerah sekitar mata. Soalnya saya baru saja nonton film ‘Shanghai’ yang dibintangi Gong Li, dan memang tidak ada kerutan di sekitar matanya (termakan iklan ^^). Eh, ternyata produk tersebut sudah didiskon, sehingga harganya tinggal sekitar IDR 69000 saja. Pelembap wajah juga didiskon dengan harga kurang lebih sama. Asyik! Untung minggu sebelumnya saya tidak jadi beli ^^
  6. Sejak membeli buku kesatu dari serial ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa dan kebangsaan Indonesia’, saya langsung jatuh cinta pada isi dan juga gaya bahasanya! Saya jadi mengenal karya-karya penulis Tionghoa ternama pada zamannya, seperti Kwee Tek Hoay. Saya jadi ingin mengoleksi, tapi harus beli satu-persatu karena harganya cukup mahal. Kemudian saya pergi liputan ke sebuah acara Pesta Buku di Gelora Bung Karno, di mana serial ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa’ tersedia lengkap dari jilid 1-8, dengan harga diskon! Ada yang diskonnya mencapai 60%, sedangkan jilid 8 hanya didiskon 20% karena baru saja terbit. Saat liputan, kebetulan saya tidak membawa uang, ATM terdekat entah di mana, sedangkan penjual buku hanya menerima uang tunai. Keesokan harinya, barulah saya kembali lagi, untuk melengkapi koleksi buku ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa’ saya ^^
  7. Selama kuliah di Unika Atma Jaya, saya bertahan hingga lulus dengan menggunakan sebuah kamus saku bahasa Inggris terbitan Oxford yang kecil dan murah-meriah. Namun setelah lulus, saya jadi pengen punya kamus yang bagus dan lengkap. Teman saya bilang, beli yang Macmillan aja, bagus dan bisa dibilang lengkap. Saya mendapati kamus tersebut di toko buku K yang banyak menjual buku impor. Harganya IDR 400000, hardcover, tapi kondisinya sudah jelek. Yang paperback harganya IDR 300000, namun tidak tersedia. Tahun 2005, saya dan 3 orang rekan kerja dikirim ke Taipei untuk menjalani training. Pada saat jalan-jalan ke toko buku setempat, saya melihat kamus Macmillan yang hardcover, kondisi mulus, dengan harga 1000 NT atau sekitar IDR 300000. Jadinya, ke Taipei bukannya beli kamus Mandarin, tapi malah beli Macmillan ^^

Itulah sedikit pengalaman tentang si ‘diskon’ ^^

Advertisements

Read Full Post »