Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2010

Today, a year ago ^^

What did I do today, a year ago?

I remember waking up early (before even hearing a ‘cock-a-doodle-doo’…!!!)

Going to a bridal salon with my eyes half-closed…

Singing Ave Maria (Schubert) at St. Antonius Catholic Church Muntilan…

Signing some papers…

And GOTCHA…!!!

VOILA…!!!

JRENG-JRENG-JRENG… 100000 x !!! (nyontek Kristina^^)

I found someone to annoy (legally) for the rest of my life, hehehe… (just kidding) ^^

Happy 1st Anniversary my dear garwa (sigaran nyawa) ^^

May God bless our little family (and extended families) always ^^

#photo by Danny Setiadi#

Advertisements

Read Full Post »

Tikus sawah penyelamat

Diselamatkan oleh tikus sawah? Bisa jadi. Untuk mengetahui benar atau tidaknya, silakan membaca keseluruhan kisah di bawah ini.

Tikus sawah berbeda dari tikus got yang biasa kita lihat di area perkotaan. Tikus sawah yang merupakan jenis tersendiri ini bisa dibilang bersih, karena ia hidup di lubang-lubang bawah tanah di area persawahan dan padang rumput. Hewan pengerat ini gemar makan padi, jagung dan rumput. Dengan demikian, makanannya juga bisa dibilang bersih dan bergizi. Jauh berbeda dari tikus got yang kotor dan biasa mengais-ngais sampah.

Alkisah hiduplah seorang gadis cilik, sebut saja namanya Mawar, yang tinggal di sebuah desa nun jauh di lereng gunung. Mawar terlahir dari keluarga petani miskin di desa tersebut. Ibunya telah meninggal sejak Mawar masih amat kecil. Karena itu, Mawar diasuh oleh seorang kakak perempuannya.

Saat berusia sekitar 5 tahun, kondisi Mawar sangat mengenaskan. Tubuhnya hanya tinggal tulang dibalut kulit. Napasnya pun tinggal satu-satu. Khawatir putri bungsunya takkan sanggup bertahan hidup, Sang Ayah lantas membawa Mawar ke Puskemas untuk diperiksa oleh mantri desa.

Pak Mantri mengatakan bahwa Mawar bisa disembuhkan. Hanya saja, obatnya agak aneh… yaitu daging tikus sawah. Pak Mantri menyarankan agar ayah Mawar memasang perangkap untuk tikus, lantas memasak dagingnya dan memberikannya kepada Mawar. Katanya, daging tikus sawah berkhasiat untuk mengobati penyakit Mawar.

Meski setengah tidak percaya, ayah Mawar menjalankan saran Pak Mantri. Untunglah populasi tikus sawah melimpah, sehingga ada saja tikus yang masuk ke dalam perangkap setiap harinya. Demikianlah, selama berhari-hari Mawar mengkonsumsi daging tikus sawah. Namun Sang Kakak yang bertugas memasak tidak pernah memberi tahu Mawar, bahwa daging tersebut adalah daging tikus.

Ajaib…!!! Dalam waktu beberapa minggu saja, Mawar sembuh…!!! Tubuhnya yang dulu kurus, kini berisi. Keceriaan dan kelincahannya juga telah pulih kembali. Apa gerangan yang terjadi? Benarkah tikus sawah berkhasiat untuk mengobati penyakit???

Sebenarnya, saat Mawar dibawa ke Puskesmas desa, sekali lihat saja Pak Mantri sudah tahu bahwa gadis cilik itu sesungguhnya tidak menderita penyakit apa pun. Ia hanya kekurangan gizi. Mungkin bila diberi makan daging, Mawar akan segera pulih. Namun, bagaimana mungkin ia meminta ayah Mawar untuk menyediakan daging ayam, sapi, ataupun ikan bagi Si Putri Bungsu? Keluarga miskin dan papa itu takkan mampu membelinya.

Untung ada tikus sawah penyelamat, yang mampu memberikan gizi bagi Mawar.

Kini Mawar sudah tumbuh dewasa, sehat, kuat, dan sudah bekerja pula. Kakak perempuan Mawarlah yang mengisahkan hal ini pada saya. Tapi jangan bilang siapa-siapa ya, sebab hingga saat kisah ini diturunkan, Mawar sendiri juga tidak tahu ^^

Gambar diambil dari: http://farm2.static.flickr.com/1346/544454437_e5f6ccb0e3.jpg

Read Full Post »

Memori 2005

Sekitar 5 tahun yang lalu, stasiun televisi lokal tempat saya bekerja menanyakan, apakah saya punya paspor atau tidak. Jika punya, apakah masih berlaku atau tidak. Pada saat itu, paspor saya sudah tidak berlaku lagi. Karenanya saya diberi waktu libur selama beberapa hari untuk pulang ke kampung halaman guna membuat paspor. Lantas, pada suatu hari yang indah di bulan November, kami berempat (mas Nanang, Hendrik, Nelvy dan saya) bertolak ke Taipei, Taiwan…!!! ^^

Kewajiban saya adalah menjalani pelatihan, dengan cara ikut bekerja di DAAI TV Taiwan. Kebetulan saya mendapat rekan kerja yang asyik-asyik, yaitu Patricia, Youzi dan Xiuyi. Sampai sekarang, Patty dan saya masih bekerja di DAAI TV Jakarta (sama-sama betah ya Pat ^^)

Nah, usai jam kerja biasanya ada saja teman dari DAAI TV Taiwan yang mengajak kami berjalan-jalan. Seingat saya, pada hari pertama bekerja sudah ada yang mengajak kami ke pasar malam. Makanannya enak-enak. Asyiiik…!!!

Akhir pekan biasanya kami manfaatkan untuk berjalan-jalan… tapi pada waktu itu mas Nanang harus mengikuti pelatihan, sehingga hanya Hendrik, Nelvy dan saya yang pergi ke 淡水(Danshui).

Nah, ini dia 水哥 (Shui Ge) yang berbaik hati mengajak kami berjalan-jalan ke berbagai tempat…

Naik kapal, asyiiikkk…!!! ^^

Saya dan Nelvy foto bareng kuda hitam raksasa… kuda beneran lho… ^^

Dapat latar belakang bagus, langsung foto-foto lagi…

Me, myself and ice cream…

Pemain ocarina cilik yang hebat sekali…

Inilah foto favorit saya sepanjang masa, saat kulit wajah bersih dan mulus, padahal waktu itu baru seminggu terkena udara bersih dan segar… (sekarang sih udah jerawatan lageee…)

Nelvy…

Hendrik…

Foto-foto di Taipei 101, dulu pernah menjadi gedung tertinggi di dunia hingga dikalahkan oleh Burj di Dubai…

Nah, ini dia foto ‘horror’…

Sedikit bukti bahwa di samping jalan-jalan, kami juga bekerja, malah sempat siaran live segala…

Malam hari yang indah di Longshan Temple (龍山寺)…

Hendrik dan Li Shao, seorang sutradara film asal Taiwan yang mengajak mas Nanang, Hendrik dan saya berjalan-jalan ke Longshan Temple…

Nah, ini dia mas Nanang…

Ohya, tidak kalah penting, inilah tempat tidur di asrama lantai teratas gedung DAAI TV Taipei. Efektif, efisien, indah, dan nyaman. Yang dipotret tempat tidur Nelvy saja yang rapi, hehe…

3 minggu pelatihan kerja (plus jalan-jalan) di Taipei ini sangat mengesankan, meski saya gagal bertemu dengan Jimmy Lin (林志颖), penyanyi dan bintang film Taiwan idola saya, cowok terganteng se-Asia… Mungkin lain kali ya koh… ^^ Foto Jimmy Lin diambil dari http://hongkongstar.tripod.com/jl/jl04.htm

Demikianlah kenangan indah yang ingin saya abadikan di blog ini… ^^

Read Full Post »