Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2011

Keajaiban di lantai 6 ^^

Hari Jumat, pukul 15.40 sore. Saya kebetulan melewati meja seorang editor, sebut saja namanya I. Di atas mejanya terdapat sebuah G4 yang layarnya sudah gelap, dan di atas keyboard G4 tersebut bertenggerlah 2 lembar skrip. Skrip tersebut adalah hasil terjemahan saya sendiri, yang sudah selesai saya kerjakan sehabis istirahat makan siang, sekitar pukul 13.15 atau 13.30 tadi. Si I sendiri tidak kelihatan batang hidungnya.

Saya pikir, aneh juga. Skrip tersebut jelas-jelas sudah di-VO (voice over, di mana seseorang membacakan skrip tersebut dan suaranya direkam, untuk kemudian digabungkan dengan gambar, agar menjadi  sebuah berita utuh) tidak lama setelah selesai dikerjakan. Mungkin sekitar pukul 14.00 proses VO sudah selesai. Lantas, kenapa hingga pukul 15.40 Si I belum mengedit berita tersebut?

Kalau diambil kesimpulan sepihak, tentunya Si I ini adalah seorang yang malas dan tidak bertanggung jawab, lha wong pekerjaan belum dikerjakan sama sekali kok malah menghilang. Namun saya mengenal baik Si I ini. Kebiasaannya adalah mengerjakan editan secepat-cepatnya, agar kalau ada kesalahan bisa direvisi secepatnya pula. Setelah pekerjaannya selesai, jika masih ada waktu, barulah ia akan bersendau-gurau dengan teman-teman lain. Jadi kesimpulan tadi tidak sesuai dengan kebiasaannya.

Saat hendak pergi mencari I, kebetulan saya berpapasan dengan I dan beberapa teman lain. Beberapa orang teman ini mengajak I untuk pergi sebentar guna mencari makanan (maklumlah, jam sekian memang jam-jamnya orang kelaparan ^^). Namun I menolak, dengan alasan bahwa dia sama sekali belum mengedit berita yang ditugaskan, karena footage (gambar)-nya saja belum ia dapatkan.

Tentu saja saya kaget. Kok belum dapat footage-nya? Kenapa? Rupanya, divisi A di kantor kami (yang antara lain tugasnya merekam dan menyimpan footage dari kantor berita luar negeri), sedang mengadakan rapat penting. Akibatnya, pintu masuk ke ruang A dikunci. Pintu tersebut terbuat dari kayu yang ada kacanya, sehingga mereka bisa mendengar dan melihat jika ada yang mengetuk pintu. Namun jika mereka berpikir urusan orang tersebut kurang penting, mereka tidak akan membukakan pintu.

Ternyata Si I dianggap kurang penting, karena ia tidak juga dibukakan pintu. Padahal ia sudah meminta kaset berisi footage tersebut sejak tadi. Seorang rekan bernama O juga bernasib sama. Ia membutuhkan materi dari sebuah kaset. Materi tersebut masih harus diedit ulang, lantas diserahkan ke pihak M selambat-lambatnya pukul 16.00. Tapi apa daya, divisi A sedang rapat, sehingga tidak bersedia membukakan pintu.

Saya sendiri, editan yang mestinya dikerjakan I tersebut, rencananya akan dipakai untuk taping hari berikutnya. Karena itu, saya langsung mendatangi pintu divisi A dan mengetuk pintu dengan sedikit bersemangat. Akhirnya dibukakan juga. Saya meminta maaf telah mengganggu rapat divisi A, dan meminta bantuan untuk meminjam footage. Akhirnya diberikan juga. Meski seseorang sedikit mengeluh, kapan rapatnya bisa selesai kalau diganggu terus, katanya.

Saya hanya bisa meminta maaf. Pasalnya, bila tidak ada footage, editor tidak bisa mengedit. Bila editor tidak bisa mengedit, maka tidak ada berita yang bisa ditayangkan.

Sebuah keajaiban yang barangkali hanya terjadi di lantai 6 ^^

Advertisements

Read Full Post »