Feeds:
Posts
Comments

Archive for October 17th, 2011

Tadinya saya mengira, kehadiran Julian akan menjadi sumber inspirasi untuk menulis. Banyak sekali yang bisa diceritakan tentang bos saya yang satu ini. Tapi apa daya, energi terkuras untuk bekerja pada Si Bos. Pernah, saya meminjam paksa laptop bapaknya, dan langsung membuka wordpress. Tapi setelah 15 menit bengang-bengong di hadapan tulisan ‘add new post’ tanpa mengetik sepatah kata pun, akhirnya saya menyerah.

Mungkin jiwa menulis saya agak tumpul sementara ini. Untunglah jiwa bermusik dan bernyanyi saya masih terus menyala-nyala seperti biasa. Yang berbeda hanya jenis lagu dan cara menyanyikannya.

Saat berusia sekitar satu setengah bulan, Julian sudah mulai mengoceh. “Eu, euuu” demikian ucapnya sambil tersenyum-senyum. Kalau sedang gembira dan bersemangat, ocehan itu disertai dengan gerakan tangan serta tendangan heboh ^^Karena itu, ia mendapat nama kesayangan baru, yaitu Si ‘Eu’ ^^

Tapi itu kalau Eu sedang gembira dan penuh semangat. Ada juga masa-masa di mana bos saya ini bete dan rewel, sehingga perlu dihibur. Di sini baru terasa, betapa pentingnya ketrampilan bermusik dan bernyanyi. Kebetulan Eu menyukai suara ibunya (ya iyalah, disogok pake ASI gitu loh^^) dan juga bapaknya ^^

Inilah sejumlah hiburan ‘live music’ yang biasa kami tampilkan di rumah, untuk menghibur Eu.

Eu sangat menyukai lagu ‘The Chicken Dance’. Bagi yang hobi menonton film-film lawas Warkop Dono-Kasino-Indro, pasti tahu lagu ini ^^

Pernah, suatu siang dia menangis heboh sekali. Setelah saya gendong sambil berayun-ayun dan ber-na-na-na menyenandungkan ‘The Chicken Dance’, Eu langsung diam dan tersenyum-senyum. Di lain kesempatan, Eu yang sedang rewel langsung terdiam setelah ibunya menyanyikan lagu itu, dan bapaknya memperagakan gerakan tarinya ^^

Eu juga sangat menyukai lagu ‘Naik Delman’, terutama pada bagian ‘duk-tik-dak-tik-duk-tik-dak suara sepatu kuda’. Lagu ini sebaiknya dinyanyikan oleh dua orang. Satu orang menyanyikan lirik utama, dan yang satunya lagi menyuarakan sound effect untuk menggambarkan derap langkah kaki kuda ^^

Bagaimana dengan lagu pengantar tidur? Gampang sekali. Kalau ingat lirik lagunya boleh dinyanyikan. Tapi kalau tidak tahu (atau memang tidak ada) liriknya, cukup disenandungkan dengan mm-mm-mm. Jadi, sepanjang kita tahu melodinya, koleksi lagu pengantar tidur Eu bisa dibilang tidak terbatas ^^

Eu suka lagu ‘Rayuan Pulau Kelapa’ dan ‘Tanah Airku’ (untung ibunya juga suka, dan karena itu hafal liriknya^^), Rock-a-bye Baby, Gundul-Gundul Pacul, Lullabye, Ambilkan Bulan Bu, Bintang Kecil, Kodok Ngorek, The Beautiful Blue Danube, Bebek Adus Kali, Amazing Grace, Desaku Yang Kucinta, Edelweiss, dan masih banyaaaaak lagi ^^

Saat Eu agak sulit tidur di malam hari, atau tidur dengan gelisah hingga terbangun lagi, ibunya akan menyajikan hiburan ‘live music’ pengantar tidur. Rasanya bahagiaaaaa dan hangaaaaat sekali di hati, kalau Eu tertidur lelap dalam gendongan saya, saat sedang dinyanyikan lagu pengantar tidur. Rupanya tidak sia-sia Eu punya ibu yang hobi menyanyi ^^

Sebagai imbalannya, saya diberi ekspresi wajah seperti di bawah ini ^^

Advertisements

Read Full Post »