Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘日记’ Category

Hadiah ultah dan Natal 2010 ^^

Kalau sedang berulang tahun, biasanya saya terpikir… ah, pengen dapet kado ini, kado itu, atau mau beli ini-itu untuk kado ulang tahun bagi diri sendiri. Begitu juga saat Natal. Biasanya saya akan pergi ke toko buku favorit, dan membeli buku yang sudah lama diidam-idamkan ^^ (catatan: kata ‘buku’ kadang diganti dengan ‘tas’ atau ‘sepatu’, tergantung keinginan).

Namun tahun ini sedikit berbeda. Keinginan saya hanya satu, yaitu hamil lagi, dan kali ini biarlah Si Dedek sehat dan normal, panjang umur, dan dalam kehidupannya selalu berbahagia ^^

Karena itu, pada hari ulang tahun, saya menghadiahi diri sendiri dengan… berdoa Novena Tiga Salam Maria. Hehe… mungkin kedengarannya tidak seru ya, tapi saya memang nggak kepengen yang lain kok. Saya dan garwa cuma kepengen dikaruniai seorang anak (satu dulu, nanti nambah lagi ^^). Maka saya berdoa meminta kepada Bunda Maria, agar meneruskan doa saya kepada putranya terkasih, Tuhan kita Yesus Kristus.

Doa Novena Tiga Salam Maria biasanya didoakan selama 9 hari berturut-turut. Sengaja saya memilih tanggal ulang tahun sebagai titik awal, agar mudah diingat. Namun bahkan sebelum doa Novena ini selesai didoakan, pada hari kesekian saya sudah mendapatkan hadiah yang luar biasa… berupa 2 garis pada alat uji kehamilan. Ya, 2 garis artinya positif…!!!

Tidak terkirakan betapa senangnya…!!! Ohya, lantaran alat uji kehamilannya murah-meriah, hanya 5 ribu rupiah (biarpun murah, tapi isinya sama PERSIS lho, dengan merek ‘S’ yang harganya 20 ribuan), keesokan harinya saya tes lagi, agar lebih pasti. Garisnya masih tetap 2 ^^ Ohya, doa Novenanya tentu saja terus dilanjutkan sampai hari kesembilan ^^

Setelah itu, barulah saya dan garwa pergi ke dokter spesialis kandungan. Kali ini kami pergi ke dokter yang berbeda. Dokter yang terdahulu baik dan pintar, dan RS-nya juga bagus dan pelayanannya sangat memuaskan. Namun saya mendapat info dari koh Rinto, kenalan saya dari Muntilan, bahwa di BSD ada klinik A yang juga bagus, peralatannya canggih, dan dokternya lebih senior. Karena itu, saya dan garwa memutuskan untuk mencoba.

Ternyata kami tidak salah kok. Klinik yang ini peralatan USG-nya canggih, dan dokter O juga baik, ramah, teliti, pintar, dan memang lebih senior dibanding dokter kami yang terdahulu. Hanya saja, kadang antreannya gila-gilaan ;( Pernah kami mendapat nomor nyaris paling bontot, dan baru masuk ke ruang periksa di atas pukul 12 malam. Namun hebatnya, dokter yang satu ini tetap bersikap ramah, suka bercanda, dan tidak terburu-buru. Soal biaya memang sama mahalnya, tidak jauh berbeda dengan di RS dulu. Tapi tidak apa-apalah, yang penting kami merasa mantap ^^

Sejauh ini, baru itu saja yang bisa saya tulis. Selebihnya masih terus didoakan dan diusahakan. Saya yang pikun dan pemalas ini sekarang berusaha rajin berdoa tiap pagi, petang, dan malam sebelum tidur. Memang belum sempurna. Di hari libur, kadang saya lupa berdoa pagi (karena bangunnya agak siang), dan lain sebagainya.

Satu hal sudah pasti, durian, kambing, kopi, minuman bersoda, dan makanan yang pedas-pedas sudah dicoret dari daftar. Rokok tidak usah karena memang tidak pernah, dan minuman keras juga tidak perlu, karena saya jaraaang sekali minum minuman keras selain es batu.

Soal menyanyi juga ‘cuti’ dulu. Cuti les vokal, dan cuti latihan koor. Tujuannya supaya tidak kecapekan. Hanya saja soal menyanyi ini saya tidak pernah bisa benar-benar cuti. Selama masih ada keyboard, dan panggung berupa kamar mandi, apalagi kalau ada teman yang mengadakan pesta pernikahan, saya masih bisa menyanyi ^^

Tapi mengenai hobi saya menonton film horror dan thriller bagaimana ya? Apakah harus dicoret juga? Saya terpikir untuk membeli saja DVD film yang saya suka (kalo nggak, nanti kehabisan), namun film kategori horror dan thriller masuk gudang dulu, dan baru ditonton nanti… pokoknya nantiiiii… ^^

NB: dalam doa Novena Tiga Salam Maria kali ini saya juga mendoakan teman bernama A dan H, serta sepupu bernama cik R dan cik T, supaya cepat dikaruniai kehamilan yang sehat, normal, dan lancar. Semoga semuanya lekas dikabulkan… ^^

Advertisements

Read Full Post »

Today, a year ago ^^

What did I do today, a year ago?

I remember waking up early (before even hearing a ‘cock-a-doodle-doo’…!!!)

Going to a bridal salon with my eyes half-closed…

Singing Ave Maria (Schubert) at St. Antonius Catholic Church Muntilan…

Signing some papers…

And GOTCHA…!!!

VOILA…!!!

JRENG-JRENG-JRENG… 100000 x !!! (nyontek Kristina^^)

I found someone to annoy (legally) for the rest of my life, hehehe… (just kidding) ^^

Happy 1st Anniversary my dear garwa (sigaran nyawa) ^^

May God bless our little family (and extended families) always ^^

#photo by Danny Setiadi#

Read Full Post »

Diskon

Orang sabar disayang Tuhan. Kalimat tersebut sangat ‘mengena’ bagi saya. Seringkali saya ingin membeli sesuatu namun memilih untuk menunda atau menahan (dan menyabarkan) diri, lantaran harganya cukup mahal. Lantas beberapa waktu kemudian benda tersebut didiskon, kadang kala dengan presentase yang cukup fantastis! Berikut ini beberapa pengalaman indah saya dengan si ‘diskon’ ^^

  1. Dulu sekali, tahun ’90-an, ketika masih kuliah di Unika Atma Jaya Jakarta (terpercaya kualitas lulusannya!), saya naksir banget sama rok hitam A-line dari bahan jeans yang stretch, merek C. Tapi harganya cukup mahal, seingat saya sekitar IDR 189000. Jelas tidak saya beli! 1-2 tahun kemudian setelah lulus kuliah dan punya penghasilan sendiri, rok tersebut didiskon 50%. Wow!!! Langsung saya beli ^^
  2. Dulu, awal tahun 2000-an, waktu masih ngekos di kawasan Karet Sawah, saya bertetangga dengan seorang wanita yang cantik, feminin dan modis. Dia punya rok bawahan hitam yang bagus sekali, terbuat dari kain stretch dilapisi kain kaca yang lembut, dengan sulaman dan sedikit taburan motik. Modelnya sedikit unik namun masih tergolong klasik, sehingga tidak gampang ketinggalan mode. Saya pernah melihatnya di mal, mereknya M&L, harganya sekitar IDR 300000 lebih. Jelas tidak saya beli! 1-2 tahun kemudian, merek M&L mengadakan diskon besar-besaran, dan saya mendapatkan rok bawahan tersebut dengan harga sekitar IDR 100000 saja ^^
  3. Sejak ‘The Lost Symbol’ karya Dan Brown diterbitkan pada tahun 2009, saya sudah gatal pengen beli. Saya bertekad untuk beli yang English version, agar sama dengan keempat buku karya Dan Brown yang sudah saya miliki. Tapi waktu itu hanya ada yang hardcover, dan harganya sekitar IDR 242000 di toko buku G. Sempat mau titip ke teman yang tinggal di Manila, atau ke garwa yang kebetulan ke negeri Singa, namun di kedua tempat tersebut harganya tak jauh berbeda, di negeri Singa bahkan lebih mahal. Lantas saya menjumpai ‘The Lost Symbol’ versi terjemahan bahasa Indonesia seharga IDR 110000 didiskon 20%. Sempat tergiur, tapi tidak saya beli. Kemudian suatu sore adik saya sms, bercerita bahwa ia sedang ‘kalap’ memborong buku di toko buku G dekat tempat tinggalnya yang baru dibuka. 30% all items! Saya langsung membalas sms, menitip dibelikan ‘The Lost Symbol’. Pikir saya, IDR 242000 tidak apa-apalah, kan masih didiskon. Sepertinya tidak lama lagi novel tersebut akan difilmkan. Sebelum nonton, kan saya harus membacanya terlebih dahulu! Ternyata buku tersebut sudah turun harga menjadi hanya IDR 100000 saja, dan itu pun masih didiskon 30%. Wow!!! I luph you toko buku G! Buku bersampul tebal itu saya miliki dengan harga IDR 70000 saja ^^
  4. Usai menitip ‘The Lost Symbol’, saya ingat bahwa ada 2 novel karya Ayu Utami yang ingin saya beli. ‘Bilangan Fu’ IDR 60000 dan ‘Cakrabirawa’ IDR 45000. Namun pada malam diskon tersebut, di toko buku G kedua novel itu dijadikan satu pak, dan dijual seharga IDR 85000 saja, masih didiskon 30%. Harganya tinggal IDR 59500. Wow!!! I luph you more, toko buku G ^^
  5. Pada usia yang sudah menginjak awal 30-an ini, saya pikir tidak ada salahnya mencoba memakai krem atau apalah untuk meremajakan kulit, terutama daerah sekitar mata, agar tidak berkerut. Kemudian saya tertarik pada sebuah produk kosmetik, gara-gara bintang iklannya adalah aktris favorit saya yaitu Gong Li. Harganya sekitar IDR 118000 di supermarket G dekat rumah. Saya juga tertarik pada pelembap wajahnya, yang harganya kurang lebih sama. Memutuskan untuk pikir-pikir dulu, akhirnya saya tidak jadi beli. Pada minggu berikutnya, saya memutuskan untuk beli sajalah, terutama krem untuk daerah sekitar mata. Soalnya saya baru saja nonton film ‘Shanghai’ yang dibintangi Gong Li, dan memang tidak ada kerutan di sekitar matanya (termakan iklan ^^). Eh, ternyata produk tersebut sudah didiskon, sehingga harganya tinggal sekitar IDR 69000 saja. Pelembap wajah juga didiskon dengan harga kurang lebih sama. Asyik! Untung minggu sebelumnya saya tidak jadi beli ^^
  6. Sejak membeli buku kesatu dari serial ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa dan kebangsaan Indonesia’, saya langsung jatuh cinta pada isi dan juga gaya bahasanya! Saya jadi mengenal karya-karya penulis Tionghoa ternama pada zamannya, seperti Kwee Tek Hoay. Saya jadi ingin mengoleksi, tapi harus beli satu-persatu karena harganya cukup mahal. Kemudian saya pergi liputan ke sebuah acara Pesta Buku di Gelora Bung Karno, di mana serial ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa’ tersedia lengkap dari jilid 1-8, dengan harga diskon! Ada yang diskonnya mencapai 60%, sedangkan jilid 8 hanya didiskon 20% karena baru saja terbit. Saat liputan, kebetulan saya tidak membawa uang, ATM terdekat entah di mana, sedangkan penjual buku hanya menerima uang tunai. Keesokan harinya, barulah saya kembali lagi, untuk melengkapi koleksi buku ‘Kesastraan Melayu-Tionghoa’ saya ^^
  7. Selama kuliah di Unika Atma Jaya, saya bertahan hingga lulus dengan menggunakan sebuah kamus saku bahasa Inggris terbitan Oxford yang kecil dan murah-meriah. Namun setelah lulus, saya jadi pengen punya kamus yang bagus dan lengkap. Teman saya bilang, beli yang Macmillan aja, bagus dan bisa dibilang lengkap. Saya mendapati kamus tersebut di toko buku K yang banyak menjual buku impor. Harganya IDR 400000, hardcover, tapi kondisinya sudah jelek. Yang paperback harganya IDR 300000, namun tidak tersedia. Tahun 2005, saya dan 3 orang rekan kerja dikirim ke Taipei untuk menjalani training. Pada saat jalan-jalan ke toko buku setempat, saya melihat kamus Macmillan yang hardcover, kondisi mulus, dengan harga 1000 NT atau sekitar IDR 300000. Jadinya, ke Taipei bukannya beli kamus Mandarin, tapi malah beli Macmillan ^^

Itulah sedikit pengalaman tentang si ‘diskon’ ^^

Read Full Post »

What was it like, when Adam and Eve realized that they were naked? Nakedness used to mean nothing for them. But once they found out, everything seem to rotate around it. Quickly grabbed some leaves to veil the nakedness. And keep themselves covered since then. Once awake, things would never be the same.

I know what it’s like. Or sort of.

I didn’t care much about pregnancy, babies, or little children. To me, pregnancy means that you ought to give your seat to any pregnant ladies you meet at the bus or train, because they need it much more than you do. That’s it, no more. Babies mean cute little humans, with adorable innocent eyes. Little children don’t differ much from babies.

Similar to Adam and Eve, things are never the same, once I’m awake.

Now pregnancy means a lot to me. I would do anything to keep my pregnancy and save my baby. But there was nothing I could do, than to let it go. And wait. Prepare myself well. Start all over again.

Suddenly my world is full of pregnant ladies, babies, and little children. It seems that they simply pop out from nowhere!

  1. A dear friend of mine who lives abroad is pregnant ^^
  2. A fellow debater is going to hold a baby shower at a karaoke this Friday (yippie…!!!) ^^ beware guys, for Whitney Charlotte Houston Church is coming!!! ^^
  3. My colleagues’ wives (about 3 or 4 of them) are pregnant ^^
  4. Another dear friend who lives in Semarang is pregnant ^^
  5. A high school roommate I’ve never seen in years is pregnant ^^
  6. The pretty lady I meet at the bus daily is pregnant.
  7. Today’s Kompas Female share some tips on pregnancy.
  8. All the ladies at the obstetrician’s waiting room are pregnant (of course-lah ^^)
  9. Two dear friends of mine had just given birth to healthy babies ^^
  10. A colleague had just have a baby girl ^^
  11. A dear friend’s son is 1 year old today ^^
  12. I saw a friend’s beautiful two year-old girl photo at FB today ^^

Everyday, I would meet beautiful pregnant ladies (they look pretty to my eyes since then). Adorable little babies (would have hugged and kissed them, had their parents let me!). Cute, innocent, happy go-lucky children.

Believe me when I say that this world is full of pregnancies, babies, and children!!! ^^

Oh, how I smile to see them! And then how my heart cries! I want to be like them! I want to be pregnant! I want to have my own babies! My own kids! I want to hold a baby shower! I want to celebrate my kids’ birthdays! Buy them toys and clothes, send them to school!

Yet there are still 2,5 months to go. I have to wait for 40 days + 3 months (started from June 23). Then I’m allowed to be pregnant again.

But oh, the wait! I mind waiting, I really do. But I have to wait for my womb to heal. So that the coming little fetus would have a good place to stay and grow.

I wish I could go to a lonely tropical island, or a serene villa on the mountainous area, to wait there. Read novels, watch TV and movies, sip my coffee, have a long vacation while waiting for the time to pass. To a place where I won’t have to see pregnant ladies, babies, children, or even hear about them.

But ah, no. It’s not meant for me. I’m not running away from challenges! See, I don’t have wings. It means that I’m not a chicken. I’m anything but a coward!!!

Yea, pregnancies, babies and children make me smile as well as cry. To me, they are blessings as well as challenges from God. I have to face them. Challenges from God are to be accepted happily. Maybe He is training me to be a tougher woman. I believe there’s a silver lining behind those challenges.

After believe, comes hope. I have a plenty of hopes and opportunities to be pregnant and have my own babies.

After hope, comes pray. I pray to the Lord to send me healthy babies when the time is right.

After pray… well, I don’t know. I guess I’ll just leave it to God, and… wait.

Another 2,5 months to go ^^

Read Full Post »

Pemikiran manusia bekerja dengan cara yang aneh. Misalnya saja, ingatan akan sebuah film karya M. Night Syamalan, ditambah dengan apa yang saya baca di blog Alice, plus idung kembang-kempis akibat menerima pujian, menghasilkan tulisan di bawah ini.

Yang pertama adalah film ‘Lady in the Water‘. Dalam film tersebut, seorang pemuda diramalkan akan menulis sebuah buku yang kontroversial, lantas meninggal akibat dibunuh, gara-gara buku yang ditulisnya itu. Sekilas peranannya tidak penting: menulis buku, kemudian mati dibunuh. Namun kelak, bertahun-tahun setelah kematiannya, seorang anak akan membaca buku yang ditulis Si Pemuda. Pemikiran dalam buku itu membekas di hatinya. Si Anak kemudian tumbuh menjadi seorang pemimpin yang baik dan mendatangkan kesejahteraan bagi banyak orang. Kesimpulannya, secara tidak langsung Si Pemuda berperan penting bagi kesejahteraan banyak orang, lewat bukunya yang menginspirasi Si Anak.

Yang kedua adalah blog tetangga saya, Alice in Wonderland. Tulisannya yang bertanggal 12 Juli mempertanyakan apakah blog-nya bermanfaat untuk orang lain?

Yang ketiga adalah idung saya yang sempat kembang-kempis sebentar, setelah seorang sahabat mengirimkan pesan singkat, mengabarkan bahwa sebuah tulisan saya yang berjudul ‘Karunia Terindah’ membuatnya menangis. Tulisan itu juga membantunya untuk tetap mensyukuri karunia Tuhan, di kala bayinya sedang super rewel sekalipun.

Ah, padahal saya membuat tulisan itu sekedar untuk curhat, sekaligus mengenang kebersamaan saya yang singkat bersama Si Kecil.  Sebab yang terucap akan lenyap, namun yang tertulis akan abadi. Verba volent, scripta manent.

Saya kebanyakan menulis untuk diri sendiri. Jika ternyata tulisan-tulisan itu bisa bermanfaat untuk orang lain, maka hal ini merupakan bonus untuk saya ^^

Kadang saya berpikir, kenapa saya ini biasa-biasa saja ya??? Tampang, biasa. Penampilan, biasa. Kepribadian, biasa. Otak, biasa (masih untung gak jongkok sih…^^) Kemampuan nyanyi, (dengan berat hati saya akui) biasa. Profesi, biasa. Bakat dan kemampuan di bidang lain-lain, juga biasa. Pokoknya biasa-biasa saja, tak ada yang istimewa. Orang yang biasa-biasa seperti saya ini, bisakah bermanfaat bagi orang lain?

Saya tidak tahu. Saya hanya tahu menulis. Kemungkinan besar saya hanya akan menjalani kehidupan yang biasa-biasa saja. Namun bisa jadi tulisan saya akan berguna bagi orang lain. Dan orang lain itulah yang kelak akan menjadi pribadi yang istimewa.

Siapa tahu…???

Kesimpulannya… tetap menulis ‘kali ya??? ^^

Read Full Post »

One day I was going home by transjakarta when rain suddenly poured down from the sky. The rain was so heavy that you’d soon be soaked in water although you had an umbrella. So there was no way for me to ride an ojek as I usually do. The other option was to get a taxi… but the traffic jam was extremely dreadful that you’d be wasting time (and lots of money) anyway.

The last option was to wait at the bus shelter, and that’s what I did. I got there around 7.30 pm, and guess what… the rain didn’t stop pouring until 9 pm…!!! So there I was, standing for 1,5 hours without any book to read or anyone to talk to. When the rain finally stopped at 9 pm, I was so happy as I could be, quickly got myself an ojek, smiling all the way home :p

Then I realized I’ve learned something new. We have the right to pursue our goals, yet God is the one who decides whether we deserve it or not. He also decides the right time for us to get what we are worthy of. No matter how hard we’ve tried, no matter how much we want to make our dreams come true, it can’t always come in an instant.

Keep on working hard… but sometimes we simply have to WAIT. It leaves us two options: waiting happily or unhappily. I believe there are lots of goals we’re not yet to reach… but for me, ever since that day, I’ve decided to wait happily and thank God for everything He’s given to me… It’s not always easy though, but it makes me feel lots better.

What about you…??? :p

* It was written on October 19, 2006, the second writing posted in my friendster blog. Actually I have forgotten the art of waiting happily. That’s why I decided to post this old writing here. To remind myself of my revelation under the rain ^^ *

Now I’m waiting happily to get pregnant again ^^

Read Full Post »

Si Kecil memang baru berusia sekitar 6-7 minggu. Ketika di-USG hari Sabtu lalu, yang terlihat baru kantungnya saja. Si Kecil sendiri belum terlihat, saking kecilnya. Namun beberapa pemikiran telah dilakukan. Antara lain siapa namanya kelak. Karena belum tahu jenis kelaminnya, maka kami (garwa dan saya) mencari nama cowok maupun cewek.

“Bagaimana kalau namanya A?”

Saya lantas mengingat-ingat. Dulu, murid saya yang bernama A biasanya pintar-pintar, tapi bandel-bandel juga.

“J saja,” usul saya. “Dulu, murid saya yang namanya J, anaknya baik, pinter, ganteng pula!”

Kalo untuk cewek, saya suka nama S atau F. Soalnya dua orang yang saya kenal bernama S dan F sama-sama baik, cantik, pintar, dan punya suara merdu, hehe… ^^

Ya, kira-kira begitulah.

Lalu beralih ke bagaimana nanti dia akan memanggil orang tuanya. Ada beberapa set pilihan. Ayah dan ibu (atau bunda) sih bagus ya, tapi terkesan formal. Bisa juga papa dan mama, atau papi dan mami.

Garwa saya mengusulkan, daddy and mommy. Tapi menurut saya, kok terlalu kebarat-baratan ya. Bagaimana kalau kejawa-jawaan saja, pak’e dan bu’e?

“Dad, please buy me some ice cream.”

“Pak’e, kula ditumbasaken es grim nggih?”

“爸,买冰淇淋给我吧。”

“Pa (atau Pi), beliin es krim ya.”

Mana yang lebih ok ya? Atau keempat-empatnya saja? ^^

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »