Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2011

Sekelompok biarawati Katolik (berjumlah 4 hingga 6 orang, saya lupa pastinya berapa ^^) diberikan tiket untuk menonton ‘Sie Jin Kwie Kena Fitnah’, produksi ke-122 Teater Koma, yang dipentaskan tanggal 4-26 Maret 2011 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki (TIM).

“Bagus lho,” kata si pemberi tiket yang entah siapa. “Suster mau nonton?”

Tawaran ini tentu saja disambut baik oleh para biarawati dari Tarekat CB (Carolus Borromeus) tersebut. Jadilah, pada petang hari tanggal 26 Maret, para suster ini berangkat dari tempat bertugas mereka, yaitu RS St. Carolus di Jakarta Pusat, menuju ke TIM. Sarana transportasi yang digunakan pun cukup unik, yaitu menumpang mobil ambulans yang kebetulan hari itu rutenya memang melewati kawasan Cikini!!!

Jangan tanya kepada para suster ini, nantinya mereka akan pulang naik apa. Mereka sendiri juga belum tahu pulangnya bagaimana. Namun justru itulah kelebihan orang beriman. Nonton teater, ya nonton saja.  Tuhan sendirilah yang akan menjaga dan mengantar mereka sampai ke rumah dengan selamat.

Benar saja. Begitu menapakkan kaki di teras GBB, seorang pria muda langsung menyapa seorang suster, dengan heran bercampur gembira. “Lho, suster…??? Nonton sama siapa saja? Kok kebetulan bisa barengan? Nanti pulangnya bagaimana? Saya anterin aja ya…???” dan seterusnya. Demikianlah, akhirnya para suster dapat menonton teater dengan tenang, karena sudah ada yang menjanjikan akan mengantar mereka pulang.

Rupanya pria muda ini adalah keponakan salah seorang suster. Teater Koma berpentas selama kurang lebih 3 minggu. Tanpa janjian dulu, tante dan keponakan ini menonton pada hari yang sama. Kebetulan yang lumayan juga ya ^^

Tuhan bekerja dengan cara yang misterius, begitu kata orang. Kalau boleh saya tambahkan, Tuhan juga bekerja dengan cara yang sangat hati-hati dan terencana.

Ada seorang penggemar fanatik yang suka mengajak orang-orang pergi menonton pertunjukan Teater Koma. Sebab, menurut seorang pemain teater favoritnya, mengajak orang nonton teater itu adalah tugas mulia, hehe… ^^

Sekitar bulan Oktober tahun 2010, si penggemar fanatik mendapat orang baru yang potensial untuk diajak menonton. Si orang baru ini tertarik, lantas mengajak suaminya. Suaminya adalah keponakan si suster tadi.

Mengenai tanggal 26 Maret, sebenarnya si penggemar fanatik ingin mengajak rombongannya menonton lebih awal. Kalau bukan weekend tanggal 12-13 Maret, ya tanggal 19-20 Maret. Tapi adik si penggemar fanatik tidak bisa, karena pada dua weekend tersebut dia harus menghadiri outing bersama rekan-rekan kantornya, dan menjadi panitia dalam sebuah retret. Jadi, satu-satunya pilihan, ya Sabtu tanggal 26 Maret.

Setelah semua faktor prithil-prithil di atas digabungkan, hasilnya adalah: para suster mendapatkan tumpangan untuk pulang ke rumah ^^

Begitulah cara Tuhan bekerja. Hebat ya ^^

Advertisements

Read Full Post »